Kamis, 18/06/2026 15:57 WIB
Tel Aviv, Jurnas.com - Israel sedang berupaya melobi Amerika Serikat (AS) agar mendapatkan izin melanjutkan operasi militer di Lebanon, meskipun AS dan Iran telah menandatangani perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari ke depan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, seluruh operasi militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 lalu, harus dihentikan, termasuk serangan Israel ke Lebanon.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (18/6), pejabat anonim Israel mengatakan pihaknya sedang melakukan negosiasi alot dengan Washington mengenai kelanjutkan penempatan pasukan di Lebanon selatan.
Pejabat itu mengatakan Israel tidak akan mundur dari posisinya, termasuk tetap menempatkan pasukan di wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon.
Panel Surya Laris Manis imbas Perang, China Menang Banyak
Daftar Lengkap 14 Poin Perjanjian AS dan Iran yang Resmi Diteken
AS-Iran Resmi Teken Dokumen Fisik Perjanjian Damai
Diketahui, Israel memperluas invasinya di Lebanon selatan setelah milisi Lebanon, Hizbullah, melepaskan tembakan ke arah Israel pada 2 Maret lalu dalam rangka mendukung Iran.
Sejak itu, Israel melancarkan kampanye udara dan darat dengan dalih menghancurkan Hizbullah. Tel Aviv juga menggambarkan wilayah yang ingin direbut sebagai zona penyangga dengan wilayah musuh.
Kini, keputusan akan bergantung pada Presiden Trump. Pasalnya, Trump baru saja menandatangani perjanjian awal dengan Iran. Kesepakatan ini juga mengikat untuk Israel yang digandeng untuk menyerang Iran pada akhir Februari lalu.