Kamis, 18/06/2026 15:27 WIB
Paris, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani dokumen fisik perjanjian awal dengan Iran, untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari ke depan.
Dikutip dari DW pada Kamis (18/6), penandatanganan ini menjadi dasar untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulai negosiasi tentang program nuklir Iran.
"Sudah ditandatangani," kata Trump saat meninggalkan Istana Versailles, Prancis, setelah menghadiri makan malam bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Hal senada sebelumnya telah disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang mengatakan bahwa perjanjian itu sudah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Panel Surya Laris Manis imbas Perang, China Menang Banyak
Israel Lobi AS demi Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon
Daftar Lengkap 14 Poin Perjanjian AS dan Iran yang Resmi Diteken
Adapun Perdana Menteri Pakistan, yang merupakan perantara utama antara AS dan Iran, mengatakan bahwa perjanjian ini telah berlaku dengan segera, setelah kedua belah pihak menandatanganinya.
Sebelumnya, negosiasi pertama antara AS dan Iran masih tetap terjadwal di Swiss pada Jumat (19/6) besok, tak lama setelah kedua belah pihak menandatangani perjanjian gencatan senjata secara digital.
"Sesuai dengan situasi saat ini, rencananya masih tetap agar AS dan Iran, bersama dengan mediator Pakistan dan Qatar serta negara-negara lain yang terlibat, bertemu besok di Bürgenstock untuk negosiasi awal tentang implementasi perjanjian tersebut," kata Kementerian Luar Negeri Swiss.