Selasa, 16/06/2026 13:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Israel dan Hizbullah untuk menghentikan pertempuran, demikian disampaikan juru bicaranya pada Senin (15/6).
"Pesannya adalah untuk menghentikan pertempuran," kata Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) sekjen PBB, ketika ditanya soal pesan Guterres seiring munculnya pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan terkait Lebanon sehubungan dengan kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran.
Mengenai Hizbullah, Dujarric mengatakan pesannya adalah "untuk memungkinkan pemerintah Lebanon memegang kendali utama atas persenjataan dan otoritas di seluruh wilayahnya, serta agar Israel menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon."
"Dan kami ingin melihat akhir dari pertempuran tersebut, sehingga ratusan ribu warga Lebanon yang ingin pulang ke rumah dapat kembali ke rumah untuk mulai membangun kembali, dan warga di Israel dapat kembali pulang ke wilayah utara," ujarnya.
Israel Perintahkan Evakuasi Paksa Warga di 29 Desa Lebanon
Serangan Udara Israel di Kota Tayr Debba Lebanon Tewaskan Enam Orang
PBB: Laju Kenaikan Permukaan Laut Global Meningkat Dua Kali Lipat
Dujarric mengingatkan bahwa PBB belum melihat teks kesepakatan tersebut.
Sang sekjen berpandangan bahwa AS dan Iran, serta negara-negara lain di kawasan Teluk, perlu melakukan apa pun yang mereka bisa untuk memastikan perdamaian tetap terjaga, tutur jubir itu.