Dukung Industri Pertambangan, Interport Luncurkan Kapal Multi Purpose

Sabtu, 13/06/2026 10:19 WIB

JAKARTA, Jurnas.com – Interport mengumumkan pelayaran perdana (maiden voyage) armada terbarunya, Interport Sandikala VII, kapal Multi purpose (Container and General Cargo) untuk mendukung industri pertambangan Proyek Logistik Nasional.

Kapal berbendera Indonesia yang dimiliki Interport Dirandra Syandana (INDIS), salah satu anak usaha Interport tersebut sudah melakukan pelayaran perdananya dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Balikpapan, dengan estimasi waktu tempuh perjalanan selama 4 hari.

Pelayaran perdana Interport Sandikala VII menjadi momen yang membanggakan bagi kami. Kapal ini hadir untuk menjawab kebutuhan operasional di wilayah yang sulit dijangkau, khususnya bagi industri pertambangan yang membutuhkan solusi logistik yang lebih fleksibel dan andal,” kata Direktur INDIS Yusuf Indrawarman melalui keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Dengan kapasitas 1.400 DWT (Deadweight Tonnage), Interport Sandikala VII menawarkan fleksibilitas ruang muat yang optimal. Kapal ini dirancang untuk dapat mengangkut muatan hingga 107 TEUs jika difungsikan 100% untuk kontainer, atau mampu mengangkut beban hingga 1.200 ton jika difungsikan 100% untuk muatan kargo breakbulk.

Interport Sandikala VII juga telah bersertifikasi kelayakan teknis kapal yang diterbitkan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero).

 

Dirancang Menjangkau Area Pedalaman

Yusuf Indrawarman menjelaskan, Interport Sandikala VII didesain secara khusus untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh kapal kargo konvensional.

Kapal ini memiliki Length Overall (LOA) sepanjang 67,2 meter. Dengan water draft yang tergolong dangkal yakni hanya 3,2 meter, kapal ini sangat ideal dan aman untuk berlayar di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan lebar sungai dan kedalaman air.

Kapal ini dilengkapi Marine Crane Liebherr berkapasitas angkat maksimal 40 ton dan Sistem penggerak Azimuth Thruster untuk mendukung kegiatan operasional bongkar muat yang mandiri dan efisien di pelabuhan perintis atau area remote.

Kombinasi kapasitas angkut besar, dimensi kapal yang compact, serta kemampuan bongkar muat mandiri menjadikan Interport Sandikala VII sebagai solusi logistik yang andal dan kompetitif bagi berbagai sektor industri.

Armada ini dinilai sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan, minyak dan gas (migas), konstruksi, serta berbagai proyek strategis lainnya yang khususnya berlokasi di wilayah hulu maupun daerah-daerah yang memiliki infrastruktur pelabuhan yang terbatas.

TERKINI
Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko Statistik Head to Head Timnas Brasil vs Maroko Studi: Sosial-Ekonomi Paling Pengaruhi Perkembangan Otak Anak, Bukan IQ Studi: Risiko DBD di California Meningkat akibat Pemanasan Suhu