Iran Sebut Perdamaian dengan AS Belum Pernah Sedekat Ini

Sabtu, 13/06/2026 12:18 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Iran menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri ketegangan dan konflik dengan Amerika Serikat (AS) kini berada pada tahap paling dekat menuju penyelesaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang mengisyaratkan bahwa proses negosiasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan positif setelah melalui berbagai tahapan pembahasan.

Melalui unggahan di platform media sosial X yang dikutip pada Sabtu (13/6), Araghchi meminta publik dan media untuk tidak berspekulasi mengenai isi dokumen yang sedang difinalisasi tersebut.

"Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini. Sembari menunggu finalisasinya, media sebaiknya tidak berspekulasi mengenai isinya," tulis Araghchi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran akan membuka seluruh rincian kesepakatan kepada publik setelah proses perundingan selesai.

"Semua detail akan dibagikan kepada publik pada waktunya," lanjutnya.

Pernyataan Araghchi muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington telah mencapai kemajuan besar dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran.

Melalui platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa kedua negara telah berhasil mencapai sebuah kesepakatan penting yang berpotensi mengakhiri ketegangan yang berlangsung selama ini.

"Kami baru saja mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri perang dengan Iran," kata Trump.

Ia bahkan menyebut dokumen tersebut diperkirakan akan ditandatangani dalam beberapa hari ke depan apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.

Meski demikian, optimisme tersebut belum sepenuhnya menghilangkan sejumlah hambatan diplomatik yang masih muncul dalam proses negosiasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa teks nota kesepahaman sebenarnya sebagian besar telah diselesaikan.

Namun, menurutnya, terdapat beberapa sikap dari pihak Amerika Serikat yang kerap menimbulkan ketidakpastian selama proses pembahasan berlangsung.

"Meskipun teks nota kesepahaman sebagian besar telah difinalisasi, sikap Washington yang kontradiktif telah berulang kali mengganggu proses diplomatik," ujar Baghaei dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.

Baghaei menambahkan bahwa pemerintah Iran saat ini masih melakukan peninjauan menyeluruh terhadap isi dokumen tersebut sebelum memberikan persetujuan akhir.

Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat setelah seluruh proses evaluasi selesai dilakukan.

Perkembangan terbaru ini menjadi sorotan dunia internasional karena berpotensi membuka babak baru dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga konflik militer tidak langsung di kawasan Timur Tengah.

Jika kesepakatan benar-benar tercapai dan ditandatangani dalam waktu dekat, langkah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi stabilitas regional sekaligus membuka peluang pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara yang selama ini berada dalam situasi penuh ketidakpastian.

TERKINI
Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko Statistik Head to Head Timnas Brasil vs Maroko Studi: Sosial-Ekonomi Paling Pengaruhi Perkembangan Otak Anak, Bukan IQ Studi: Risiko DBD di California Meningkat akibat Pemanasan Suhu