Kamis, 11/06/2026 10:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Memperkuat Fundamental Ekonomi Nasional untuk Mewujudkan Indonesia yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing Global” di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Jakarta, baru-baru ini.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta itu menghadirkan unsur pimpinan dan pengurus PKS dari MPP, DPP, Dewan Syariah Pusat (DSP), Dewan Pakar, Dewan Penasihat, hingga Fraksi PKS DPR RI.
Ketua MPP PKS, Mulyanto, mengatakan penguatan fundamental ekonomi nasional menjadi penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga pelemahan pasar saham.
Dasco Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Luhut dan Chatib Basri
DPR-Pemerintah Benahi Tata Kelola Ekspor untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Diminta Usut Dugaan Manipulasi Penerimaan Ekspor Sawit
Menurut dia, kondisi tersebut harus disikapi dengan optimisme dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Tantangan yang sedang kita hadapi saat ini harus disikapi dengan optimisme dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan ekonomi bangsa,” kata Mulyanto dalam keterangan resminya, Kamis (11/6).
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung berbagai langkah penguatan ekonomi yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu menghadapi tekanan ekonomi global sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional.
Dalam forum tersebut, peserta FGD memberikan perhatian pada dua isu utama. Pertama, dampak depresiasi rupiah terhadap berbagai aspek fundamental ekonomi nasional. Kedua, strategi memperkuat daya tahan ekonomi agar pertumbuhan tetap terjaga serta mampu mengantisipasi risiko krisis pada masa mendatang.
Mulyanto menilai Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi, baik dari sisi sumber daya alam, besarnya pasar domestik, maupun dukungan masyarakat terhadap agenda pembangunan nasional.
Karena itu, lanjut dia, pengelolaan sumber daya fiskal yang lebih efisien dan prudent menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kita harus terus membangun optimisme bahwa penguatan demokrasi ekonomi melalui peran strategis negara yang good governance akan mampu memperkuat fundamental ekonomi nasional untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Melalui FGD tersebut, MPP PKS berharap dapat menghimpun berbagai gagasan dan rekomendasi konstruktif untuk mendukung penguatan kebijakan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.