Kamis, 11/06/2026 01:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, awal pekan ini bertambah menjadi 53 orang, kata badan penanggulangan bencana setempat, Rabu (10/6).
Hingga kini, 53 jenazah telah ditemukan, meski sebagian di antaranya masih belum teridentifikasi, kata juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina Anthony Arroyo, seperti dilaporkan GMA News Online.
Laporan sebelumnya menyebutkan tim penyelamat masih mencari 17 orang yang dilaporkan hilang.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina menyatakan 487 orang mengalami luka-luka, media lokal Philstar melaporkan.
Filipina Konfirmasi Jumlah Korban Tewas Gempa Berjumlah 45 Orang
Korban Tewas Gempa Filipina Selatan Jadi 37 Orang, Kerugian Capai Miliaran
32 Ribu Warga Filipina Mengungsi pasca Gempa 7,8 SR
Dari total korban tewas yang telah terkonfirmasi, 33 orang tercatat berada di Region 12 dan 12 orang di Region 11. Namun, pihak berwenang mengatakan angka tersebut masih dalam proses verifikasi.
Gempa tersebut terjadi pada Senin pukul 07.37 waktu setempat (06.37 WIB) di lepas pantai Provinsi Sarangani.
Bencana itu menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah Mindanao, merobohkan bangunan, mengganggu layanan listrik dan air bersih, serta memicu tanah longsor di beberapa daerah.
Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi jenazah masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak sehingga jumlah korban jiwa masih mungkin untuk bertambah.
Gempa itu memicu sedikitnya 10 kejadian tanah longsor, termasuk di wilayah selatan Mindanao.
Di Sarangani, 13 warga Barangay New Aklan dilaporkan tertimbun setelah tanah longsor menerjang kawasan permukiman tersebut.
Pihak berwenang juga sedang menyelidiki laporan yang menyebutkan satu desa kemungkinan tertimbun longsor, meski jumlah korban terkait laporan tersebut belum bisa dipastikan.
Bencana itu juga merusak 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas publik, sementara sejumlah jalur transportasi masih belum dapat dilalui.
Sekitar 130.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik. Rumah sakit masih beroperasi dalam kondisi sulit dengan merawat pasien di tenda-tenda darurat akibat gempa susulan dan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.
Lebih dari 149.000 orang terdampak oleh bencana tersebut, termasuk lebih dari 41.000 warga yang terpaksa mengungsi. Hampir 3.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Departemen Pendidikan Filipina menyatakan gempa itu berdampak pada sekitar 6.224 sekolah, lebih dari 3,2 juta siswa, serta sekitar 128.000 guru dan tenaga pendidik.
Pemerintah Filipina mengatakan bantuan darurat senilai 4,8 juta peso Filipina (sekitar Rp1,4 miliar) telah disalurkan, sementara upaya penanganan dan bantuan kemanusiaan masih terus berlangsung di wilayah terdampak.
Sumber: Anadolu