Kelompok Houthi Yaman Ancam Serang Kapal Israel Selat di Bab al-Mandab

Senin, 08/06/2026 18:38 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan memiliki beragam taktik terukur untuk memastikan keberhasilan blokade maritim yang mereka terapkan terhadap seluruh kapal milik Israel.

Dalam beberapa gelombang konflik sebelumnya, kelompok ini telah berhasil memberlakukan larangan dan mencegah lalu lintas pelayaran Israel yang menuju maupun keluar dari Selat Bab al-Mandab.

Rencana serta aksi yang sejauh ini sukses mereka lancarkan adalah melancarkan serangan langsung menggunakan berbagai jenis rudal balistik, rudal hipersonik, hingga menyebar ranjau laut di sepanjang kawasan Laut Merah. Selain itu, mereka juga mengoordinasikan serangan kawanan (swarm attacks) menggunakan berbagai jenis pesawat tanpa awak (drone) buatan Yaman.

Kelompok Houthi mencatat keberhasilan dalam menyerang kapal-kapal Israel, bahkan beberapa di antaranya telah karam hingga ke dasar Laut Merah. Aksi mereka juga sukses memaksa penutupan Pelabuhan Eilat, yang merupakan gerbang utama Israel menuju Laut Merah sekaligus satu-satunya pelabuhan yang mereka gunakan untuk jalur perdagangan dari dan menuju Asia.

Juru bicara militer Houthi menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi blokade total. Oleh karena itu, jika ada kapal Israel yang nekat mencoba melintas, mereka akan langsung dihantam dengan rudal. Sementara itu, seorang pejabat politik Houthi menyatakan bahwa jika Israel memutuskan untuk menyerang Yaman, hal tersebut justru akan memicu eskalasi yang lebih besar.

Ia menyebutkan bahwa eskalasi tersebut berarti lebih banyak aset-aset milik Israel maupun Amerika Serikat (AS) di seluruh kawasan Timur Tengah yang akan menjadi target serangan berikutnya, jika Israel memilih untuk membalas dengan menyerang wilayah Yaman.

Sumber: Aljazeera

TERKINI
Ancam Jalur Minyak Dunia, Uni Eropa Sanksi Pasukan IRGC Iran Israel Luncurkan 3.500 Serangan ke Lebanon Sejak Gencatan Senjata AS Iran Akhiri Serangan ke Israel, Kecuali Kembali Serang Lebanon KPK Tahan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Terkait Korupsi Kuota Haji