Dewan Komisaris Pesan PTPN I Konsisten Jaga Pertumbuhan Usaha

Minggu, 07/06/2026 19:19 WIB

BANYUASIN, Jurnas.com – Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengapresiasi pertumbuhan produksi yang mencapai melebihi target. Meskipun demikian, Dewan Komisaris memberikan catatan agar pertumbuhan usaha dijaga secara konsisten hingga akhir tahun buku.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan pada 5 hingga 6 Juni 2026.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Komisaris Independen PTPN I Anita Ariyani, serta Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut jajaran Kepala Divisi, Plt. Region Head Regional 7, serta jajaran manajemen operasional Kebun Tebenan.

"Realisasi yang melampaui RKAP merupakan bentuk tanggung jawab kerja yang baik dari seluruh jajaran Kebun Tebenan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ini hingga akhir tahun buku. Memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) memerlukan komitmen jangka panjang, koordinasi yang solid, serta evaluasi berkala," ujar Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra, Sabtu (6/6/2026).

Hingga Mei 2026, realisasi produksi komoditas karet di kebun tersebut tercatat mencapai 749.713 kilogram. 

Capaian ini memenuhi 127,5 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang ditetapkan sebesar 592.646 kilogram, sekaligus mencatatkan pertumbuhan sebesar 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 504.865 kilogram.

Sutan juga mengingatkan manajemen Regional 7 untuk terus memperkuat manajemen risiko, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta tanggap terhadap dinamika pasar hulu. Menurutnya, transformasi korporasi hanya akan berjalan optimal apabila pengawasan di setiap lini organisasi berjalan secara ketat, terstruktur, dan terukur.

Selain mengevaluasi angka produksi, Dewan Komisaris memberikan atensi khusus pada aspek kemandirian pasokan bahan baku. Manajemen diminta untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dari kebun sendiri (internal) guna memastikan efisiensi pasokan ke pabrik secara maksimal serta menekan ketergantungan pada sumber eksternal.

Langkah standardisasi operasional hulu ini dinilai krusial dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah terkait percepatan hilirisasi sektor perkebunan nasional. Dewan Komisaris menegaskan bahwa kepatuhan terhadap target dan efisiensi biaya harus senantiasa menjadi acuan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Sejalan dengan fungsi pelaksanaan di lapangan, Direktur Operasional PTPN I, Fauzi Omar, memaparkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari penegakan standardisasi operasional baku (SOP) secara disiplin oleh seluruh tim di lapangan.

"Kami memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga manajemen panen dilakukan secara ketat dan terukur. Evaluasi dari Dewan Komisaris menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mencari ruang-ruang perbaikan operasional dan menjaga efisiensi biaya," kata Fauzi Omar.

Fauzi menambahkan, modal utama keberlanjutan produksi berada pada kedisiplinan para asisten, mandor, hingga petugas penyadap di lapangan yang terus dikawal agar tetap mengutamakan produktivitas kerja yang tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Independen PTPN I, Anita Ariyani, memberikan penekanan pada aspek pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang berkeadilan. Sebagai bagian dari pengawasan internal, dewan komisaris memandang kemaslahatan dan motivasi pekerja lapangan sebagai pilar utama penunjang stabilitas operasional.

"Kerja keras seluruh karyawan di lapangan adalah penggerak utama roda perusahaan. Hak-hak dan kesejahteraan pekerja harus terus diperhatikan sejalan dengan peningkatan produktivitas yang dicapai. Mari bersama-sama menjaga aset negara ini dengan penuh tanggung jawab," ungkap Anita.

Menutup rangkaian kunjungan kerja, Dewan Komisaris kembali mengingatkan manajemen untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian target bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Operasional kebun diharapkan tetap selaras dan memberikan dampak positif bagi ekosistem sosial serta masyarakat di sekitar wilayah kerja korporasi.

Melalui kunjungan pengawasan ini, Dewan Komisaris berharap Regional 7 Kebun Tebenan dapat menjadi acuan (benchmark) bagi unit kerja lainnya di lingkungan PTPN I dalam hal disiplin pencapaian target, efisiensi biaya, dan penerapan tata kelola yang bersih.

TERKINI
Timnas Iran Diizinkan Masuk AS Hanya pada Hari Pertandingan Piala Dunia Dewan Komisaris Pesan PTPN I Konsisten Jaga Pertumbuhan Usaha Siap-Siap, OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Superapp Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl