Arab Saudi Kecam Serangan Militer Israel Ke Lebanon

Minggu, 07/06/2026 16:46 WIB

Riyadh, Jurnas.com - Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengecam keras rentetan serangan militer terbaru yang diluncurkan oleh Israel ke wilayah Lebanon.

Pernyataan bersikap tegas ini dikeluarkan setelah sejumlah tentara Lebanon dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel, yang menghantam kendaraan operasional mereka di kawasan Lebanon selatan.

Dikutip dari Arab News pada Minggu (7/6), pihak Kerajaan menyatakan penolakan mutlak atas berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon, serta tindakan provokatif yang secara sengaja menargetkan kedaulatan negara dan institusi angkatan bersenjata mereka.

Selain melayangkan protes diplomatik, pihak Riyadh juga menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam kepada para korban yang gugur saat bertugas, sekaligus menegaskan solidaritas penuh bagi rakyat Lebanon dalam menghadapi segala bentuk ancaman stabilitas.

“Kerajaan menolak kelanjutan agresi Israel terhadap Republik Lebanon, serta penargetan terhadap kedaulatan Lebanon dan pasukannya. Riyadh menyatakan solidaritas bersama Lebanon dan saudara-saudara sebangsanya terhadap siapa pun yang mengancam keamanan dan stabilitas negara,” demikian pernyataan resmi kerajaan.

Ketegangan bersenjata di wilayah perbatasan ini awalnya pecah sejak Israel mulai meluncurkan operasi serangan ke Lebanon pada 2 Maret lalu.

Langkah eskalasi militer tersebut diambil oleh Tel Aviv sebagai respons langsung setelah kelompok militan Hizbullah memutuskan untuk terlibat aktif dalam pusaran perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Hizbullah memilih bersekutu dengan pihak Teheran menyusul insiden tewasnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang memicu gelombang perlawanan baru dan memperluas cakupan konflik di kawasan Timur Tengah.

TERKINI
10 Ayat Al-Qur`an Tentang Musibah yang Menenangkan Hati Mengapa Orang Saleh Juga Ditimpa Musibah? Catat, Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Dibuka hingga 28 Juli DPR Minta Polda Lampung Usut Penyalahgunaan Wewenang Kasus BBM