Rabu, 03/06/2026 17:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan (SLUP) memberikan penghargaan The Best Vessel Quarter 1 2026 kepada kapal dengan awak berkinerja terbaik seperti SLM Josephine, SLM Apollo 2 dan SLM Artemis 2, Mitra Kencana 4 serta SLM Apollo 5.
Head of Crewing Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan Faoli Zebua mengatakan, penghargaan ini merupakan langkah yang tepat dari perusahaan dalam memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada awak kapal yang mengoperasionalkannya.
Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan (SLUP) merupakan anak perusahaan dari Sinarmas LDA Maritime Group (SLM).
"Kami mengoperasionalkan 110 hingga 120 kapal berbendera Indonesia dengan tenaga kerja berkisar antara 2.000 hingga 2.500 karyawan, memiliki cara tersendiri agar operasional kapal terus memberikan kinerja terbaiknya," kata Faoli Zebua.
21 Orang Lebih Tewas dalam Kebakaran Hotel di New Delhi
China Minta AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi
"Dari data-data yang kami himpun, setiap triwulan (quarter) kami selalu menilai kapal-kapal dengan kinerja terbaik, kami beri penghargaan, ini penting dilakukan agar awak kapal terus memberikan kinerja terbaiknya," kata Faoli Zebua lagi.
Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan (SLUP) yang merupakan perusahaan pelayaran swasta dan penyedia jasa logistik terpadu yang beroperasi diseluruh wilayah Indonesia, lanjut Faoli, memberikan penghargaan the best vessel agar standar profesionalisme kinerja sebuah kapal menjadi benchmark atau tolak ukur bagi sekitar 120 kapal lainnya.
"Untuk tahun 2026, SLUP memberikan penghargaan kepada 5 kapal dengan 4 kategori. 4 kategori tersebut yaitu self-propelled barge, liquid tug, liquid tug SSKI serta tug boat," lanjut Faoli.
Seperti diketahui sebelumnya Sinarmas LDA Usaha Pelabuhan (SLUP) merupakan bagian dari Sinarmas LDA Maritime (SLM) yaitu perusahaan kerja sama (joint venture) strategis antara Sinarmas Group asal Indonesia dengan Louis Dreyfus Armateurs (Pacemar) asal Perancis. Perusahaan ini sendiri berfokus pada pengangkutan kargo curah baik curah kering maupun curah cair serta penyediaan layanan operasional pelabuhan.
Adapun curah kering meliputi batu bara yang diangkut dengan mempergunakan armada tongkang (barge) dan kapal kargo. Sedangkan pengangkutan curah cair berupa pengiriman minyak nabati seperti minyak kelapa sawit dan produk cair lainnya.
Untuk menunjang operasional lainnya, perusahaan didukung oleh armada 250 truk, gudang penyimpanan seluas 10.000 meter persegi serta tangki penyimpanan cairan berkapasitas 14.000 MT (Metric Ton).