Jum'at, 29/05/2026 17:14 WIB
Beirut, Jurnas.com - Pemerintah Lebanon mengecam serangan-serangan Israel di dekat situs-situs bersejarah dan tengara yang dilindungi UNESCO di bagian selatan negara tersebut.
Menteri Kebudayaan Ghassan Salame berupaya agar masalah kerusakan terhadap situs arkeologi dan distrik warisan budaya ini memperoleh perhatian internasional. Di antaranya, kota kuno Tyre dan kastil Beaufort di distrik Nabatieh.
"Sebagian besar situs-situs ini memperoleh perlindungan yang lebih baik dari UNESCO, sehingga perlu untuk melindunginya dari serangan udara atau artileri Israel," kata dia dikutip dari AFP pada Jumat (29/5).
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dalam sebuah unggahan di platform X menyatakan, "Tidak ada yang dapat membenarkan serangan yang terus berlangsung di wilayah Tyre dan Nabatieh dan penghancuran landmark bersejarah mereka."
Luncurkan Serangan Baru, Israel Perluas Zona Tempur di Lebanon
Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon Selatan
Warga Lebanon Patungan Abadikan Kehancuran dampak Serangan Israel
Israel mengeluarkan peringatan evakuasi berulang kali ke petak-petak kota pesisir selatan Tyre dalam beberapa hari terakhir dan melakukan serangan berat.
Pada Kamis pagi, militer Israel memperingatkan bakal menargetkan sebuah bangunan di Tyre yang mereka tunjukkan pada peta pendamping terletak sangat dekat dengan area arkeologi kota tersebut.
Sekitar dua jam setelah peringatan itu, rekaman video AFP menunjukkan bola api yang diikuti oleh asap saat sebuah serangan menghantam distrik tersebut. Pihak kotamadya Arnoun di Lebanon selatan, tempat kastil bersejarah Beaufort berada, mengutuk keras serangan yang menargetkan situs itu.