Jum'at, 29/05/2026 12:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Al-Qur`an tidak hanya menjadi pedoman hidup umat Islam, tetapi juga menyimpan banyak isyarat ilmiah yang terus menarik perhatian para peneliti hingga saat ini.
Sejumlah ayat Al-Qur`an bahkan dinilai selaras dengan penemuan sains modern yang baru terungkap ratusan tahun setelah wahyu diturunkan.
Banyak ulama menilai hal tersebut menjadi salah satu bukti kebesaran Allah SWT sekaligus kemukjizatan Al-Qur`an yang tetap relevan sepanjang zaman.
Berikut sejumlah fenomena ilmiah yang disebut dalam Al-Qur`an dan kini banyak dikaji dalam dunia sains modern. 1. Alam Semesta yang Terus MeluasSalah satu teori besar dalam astronomi modern adalah expanding universe atau alam semesta yang terus berkembang. Konsep ini ternyata telah disebutkan dalam Al-Qur`an.
Sampai Kapan Waktu Sahnya Berkurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat Islam
Mengapa Ada Surah Al-Qur`an yang Menggunakan Nama Binatang?
20 Ucapan Hari Raya Iduladha 2026, Cocok untuk Postingan Medsos
Allah SWT berfirman:
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Artinya:
“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzariyat: 47)
Para ilmuwan modern baru menemukan teori perluasan alam semesta pada abad ke-20 melalui pengamatan astronom Edwin Hubble.
Al-Qur`an juga menggambarkan gunung memiliki fungsi layaknya pasak yang menjaga kestabilan bumi.
Allah SWT berfirman:
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Artinya:
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba’: 6-7)
Dalam ilmu geologi modern, gunung memang memiliki akar yang menancap ke dalam lapisan bumi dan membantu menjaga kestabilan lempeng.
3. Dua Laut yang Tidak MenyatuFenomena pertemuan dua lautan dengan karakteristik berbeda juga disebutkan dalam Al-Qur`an.
Allah SWT berfirman:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
Artinya:
“Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20)
Fenomena ini dapat ditemukan di beberapa lokasi dunia seperti Selat Gibraltar, tempat air laut dengan kadar garam berbeda bertemu namun tidak langsung bercampur sempurna.
4. Kegelapan di Laut DalamAl-Qur`an juga menjelaskan kondisi laut dalam yang gelap dan dipenuhi gelombang berlapis.
Allah SWT berfirman:
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ
Artinya:
“Atau seperti gelap gulita di laut yang dalam, yang diliputi gelombang demi gelombang.” (QS. An-Nur: 40)
Sains modern membuktikan bahwa cahaya matahari tidak mampu menembus kedalaman laut tertentu sehingga menciptakan kegelapan total.
5. Besi Diturunkan dari LangitSalah satu ayat Al-Qur`an menyebutkan bahwa besi “diturunkan” ke bumi.
Allah SWT berfirman:
وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ
Artinya:
“Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.” (QS. Al-Hadid: 25)
Sejumlah ilmuwan menjelaskan unsur besi di bumi berasal dari ledakan bintang atau meteor yang jatuh ke bumi miliaran tahun lalu.
6. Atmosfer sebagai Pelindung BumiAl-Qur`an menggambarkan langit sebagai atap pelindung bagi kehidupan di bumi.
Allah SWT berfirman:
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا
Artinya:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara.” (QS. Al-Anbiya: 32)
Atmosfer bumi diketahui memiliki fungsi penting melindungi makhluk hidup dari radiasi matahari dan benda luar angkasa.
7. Tahapan Penciptaan Embrio ManusiaProses perkembangan manusia dalam rahim juga dijelaskan secara bertahap di dalam Al-Qur`an.
Allah SWT berfirman:
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
Artinya:
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.” (QS. Al-Mu’minun: 14)
Penjelasan ini dinilai selaras dengan tahapan perkembangan embrio yang dipelajari dalam ilmu kedokteran modern.
Hadis tentang Merenungi Tanda Kekuasaan Allah
Rasulullah SAW juga mendorong umat Islam untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya:
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.” (HR. Bukhari)
Fenomena-fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa Al-Qur`an bukan sekadar kitab ibadah, tetapi juga mengandung banyak pelajaran tentang kehidupan, alam semesta, dan kebesaran Allah SWT yang terus relevan hingga era modern.