AS dan Iran Saling Serang, Harga Minyak Melonjak

Kamis, 28/05/2026 15:57 WIB

Teheran, Jurnas.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan balasan ke pangkalan udara Amerika Serikat pada Kamis (28/5), setelah militer AS menggempur pusat operasi drone Iran di dekat Selat Hormuz.

Eskalasi ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump secara tegas menolak laporan adanya kesepakatan damai dengan Teheran.

Dikutip dari Reuters, ketegangan baru ini langsung mengancam status gencatan senjata yang baru berjalan sejak awal April lalu, sekaligus memupus harapan damai komoditas global hingga memicu harga minyak dunia kembali melonjak di atas 3 persen.

Salah seorang pejabat militer AS mengungkapkan bahwa pasukannya berhasil menembak jatuh empat drone tempur Iran, dan menghancurkan satu stasiun kendali darat di kota pelabuhan Bandar Abbas yang bersiap meluncurkan drone kelima.

“Tindakan ini terukur, murni bersifat defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata,” ungkap pejabat militer AS yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras agresi AS di Bandar Abbas, serta menyatakan solidaritas penuh terhadap Oman menyusul ancaman Trump yang menyebut akan menggempur Oman jika tidak mematuhi aturan perairan internasional.

Trump menegaskan tidak akan membiarkan satu negara pun mengontrol penuh Selat Hormuz dan belum berniat melonggarkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Kondisi buntu ini diperparah oleh langkah Departemen Keuangan AS yang resmi memasukkan Otoritas Selat Teluk Arab (badan bentukan Iran untuk mengelola selat) ke dalam daftar sanksi, karena dinilai mengancam keamanan nasional.

TERKINI
Iran Balas Serangan AS, Targetkan Pangkalan Udara di Kuwait Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS Tiga Kapal Tanker Diserang Drone di Laut Hitam Eropa Diminta Waspadai Jebakan Rusia dalam Negosiasi Ukraina