Kamis, 28/05/2026 15:40 WIB
Kuwait City, Jurnas.com - Militer Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat dan menghancurkan ancaman rudal serta drone musuh pada hari Kamis (28/5). Namun, pihak militer tidak merinci dari mana asal serangan itu.
Dikutip dari Reuters, terdengar suara ledakan berasal dari aktivitas penyerangan sistem pertahanan dalam melumpuhkan ancaman udara.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi seluruh instruksi keamanan serta keselamatan yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. Pernyataan ini keluar tidak lama setelah pasukan Amerika Serikat meluncurkan serangan udara pada Kamis pagi.
“Suara ledakan yang terdengar di negara ini adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat ancaman, dan kami mendesak masyarakat untuk mengikuti instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas,” tulis pihak militer Kuwait dalam rilis resminya.
AS dan Iran Saling Serang, Harga Minyak Melonjak
AS Serang Kapal dan Situs Peluncuran Rudal Iran
AS Tunda Jual Senjata ke Taiwan Bukan sebab Perang Iran
Washington mengeklaim serangan mereka menyasar operasi drone Iran yang dinilai mengancam pasukan AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Pihak Teheran mengonfirmasi gempuran tersebut dan membalasnya dengan menyerang pangkalan udara AS pada pukul 04.50 waktu setempat sebagai respons atas serangan fajar AS di dekat bandara Bandar Abbas.
Meski Kuwait menjadi markas bagi pangkalan udara militer AS, mereka enggan berspekulasi mengenai keterlibatan Iran dalam serangan drone ini.
Kawasan Teluk memang kerap menyaksikan eskalasi serupa selama perang AS-Israel melawan Iran. Tensi sempat mereda pasca-gencatan senjata April meski beberapa serangan drone dari Irak dilaporkan masih kerap menyasar wilayah Arab Saudi dan Kuwait.