Kamis, 28/05/2026 09:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Program pembangunan 2 juta rumah yang digagas pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasdan Pemukiman yang dipimpin Maruarar Sirait kembali menjadi sorotan setelah dinilai belum memiliki kesiapan yang benar-benar matang di lapangan.
Ketua Komisi V DPR, Lasarus mempertanyakan keseriusan realisasi program tersebut karena hingga kini masih banyak persoalan mendasar yang belum terjawab, mulai dari kesiapan lahan, skema pembiayaan, hingga kemampuan daya beli masyarakat.
“Kita nyerap 2 juta rumah itu Pak perdebatan kita itu bukan di pelaksanaan, perdebatan kita adalah di readiness kriteria penerima. Itu yang menjadi perdebatan kita di lapangan, dan memperlambat proses penyerapan anggaran kementerian untuk masyarakat berpenghasilan rendah untuk menerima program ini,” kata Lasarus.
Lasarus bahkan menegaskan bahwa program besar itu bisa saja berakhir sekedar wacana apabila tidak dibarengi perencanaan yang realistis dan terukur. Menurutnya, pemerintah dinilai perlu memberikan penjelasan lebih konkret terkait mekanisme pelaksanaan program agar tidak hanya menjadi janji ambisius di atas kertas.
Komisi V Dukung Penguatan BSPS Sentuh Langsung Kebutuhan Rakyat
DPR Minta Alokasi Anggaran Pembenahan Keselamatan Kereta Jadi Prioritas
Komisi V: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas
“Kita sama-sama mau, kita sama-sama tau ini diperlukan tapi kita membuat sendiri persyaratan yang tidak bisa kita penuhi, akhirnya program tidak bisa jalan,” tegas legislator PDI Perjuangan tersebut.
Pasalnya target pembangunan 2 juta rumah membutuhkan anggaran besar, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan infrastruktur yang tidak sederhana. Ditengah kondisi ekonomi saat ini, DPR menilai pelaksanaan program tersebut harus dihitung secara matang agar tidak membebani negara maupun masyarakat.
Melalui kritik tersebut, DPR menekankan bahwa kebutuhan hunian rakyat memang harus menjadi prioritas, tetapi pelaksanaannya tidak boleh sekedar mengejar angka dan pencitraan.
Lasarus mengingatkan bahwa masyarakat membutuhkan program yang benar-benar bisa diwujudkan, bukan sekadar target besar yang pada akhirnya sulit direalisasikan di lapangan.
“Saya khawatir nanti 2 juta rumah ini tidak terserap karena berdebat soal persyaratan terlalu lama. SPS ini kalau Bapak bisa mulai bulan Februari, saya yakin 2 juta ini selesai akhir tahun, tapi kalau mulai bulan Juni Juli, 2 juta ini tidak akan selesai, taruhan sama saya,” tegas Lasarus.