Tips Membuat Steak Sederhana dari Daging Kurban

Rabu, 27/05/2026 15:17 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Momen Hari Raya Iduladha sering kali menyisakan stok daging sapi kurban yang melimpah di lemari es. Selain diolah menjadi menu tradisional seperti rendang, sate, atau gulai, daging kurban sebenarnya sangat potensial untuk disulap menjadi hidangan ala restoran seperti steak.

Namun, tantangan terbesar memasak steak dari daging kurban adalah karakteristik potongan daging yang acak dan teksturnya yang cenderung lebih alot karena tidak melalui proses pelayuan (aging) seperti daging di supermarket.

Berikut ini beberapa trik sederhana agar daging kurban tetap bisa diolah menjadi steak yang empuk dan penuh cita rasa:

1. Ketebalan Daging

Langkah paling krusial dalam membuat steak dari daging kurban dimulai sejak proses pemotongan. Sangat penting untuk memotong daging dengan ketebalan yang konsisten, idealnya sekitar dua hingga tiga sentimeter, agar tingkat kematangannya merata saat dimasak.

Selain itu, pastikan untuk memotong daging dengan arah melawan serat ototnya. Memotong searah serat akan membuat daging semakin keras saat dikunyah, sedangkan memotong melawan serat akan memutuskan jaringan otot yang kaku sehingga daging menjadi jauh lebih empuk secara alami.

2. Pengempukan Tambahan

Karena daging kurban umumnya berasal dari sapi lokal yang aktif bergerak, metode pengempukan tambahan sangat disarankan sebelum daging naik ke atas wajan.

Salah satu cara alami yang paling efektif adalah menggunakan parutan buah nanas muda atau daun pepaya yang diremas. Lumuri daging dengan sedikit parutan nanas selama maksimal sepuluh hingga lima belas menit saja.

Durasi ini tidak boleh terlalu lama karena kandungan enzim bromelain dalam nanas yang sangat kuat bisa menghancurkan struktur daging hingga menjadi hancur dan bubur. Setelah itu, bilas daging hingga bersih dan keringkan menggunakan tisu dapur sebelum diberi bumbu.

3. Marinasi

Proses pembumbuan atau marinasi untuk steak rumahan ini tidak perlu rumit karena kunci kelezatannya justru ada pada kesederhanaan. Cukup lumuri permukaan daging yang sudah kering dengan garam laut halus dan lada hitam yang digerus kasar secara merata di kedua sisinya.

Diamkan daging dalam suhu ruang selama minimal lima belas menit agar garam meresap ke dalam serat dan menarik keluar cairan alami daging, yang nantinya akan membentuk lapisan kerak gurih saat bersentuhan dengan wajan panas.

4. Teknis Memasak Khusus

Teknik memasak juga memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan steak ini. Gunakan wajan berdasar tebal seperti wajan besi cor (cast iron) atau wajan antilengket yang sudah dipanaskan hingga benar-benar berasap sebelum daging dimasukkan.

Masak daging dengan api sedang-besar tanpa terlalu sering dibolak-balik, cukup satu atau dua kali saja untuk memberi kesempatan terbentuknya proses karamelisasi permukaan daging.

Di menit-menit terakhir sebelum diangkat, tambahkan satu sendok makan mentega, beberapa siung bawang putih yang dimemarkan, dan sedikit daun aromatik seperti rosemary atau daun kemangi ke dalam wajan, lalu siramkan mentega cair tersebut ke atas daging secara berulang demi menambah aroma dan kelembapan.

5. Resting pasca Memasak

Setelah matang, steak tidak boleh langsung dipotong dan harus melalui proses peristirahatan atau resting selama kurang lebih lima menit di atas talenan.

Proses resting ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi cairan daging yang terkumpul di tengah selama memasak untuk menyebar kembali ke seluruh bagian serat.

Hasilnya, setiap irisan steak dari daging kurban ini akan tetap basah, juicy, dan empuk di setiap gigitan saat disajikan bersama saus lada hitam atau saus jamur sederhana.

TERKINI
5 Negara Paling Cocok untuk "Kabur" selama Liburan Iduladha Bulan Madu ke Prancis? Ini Rekomendasi Tempat Paling Romantis Menelusuri Jejak Sejarah Sate, Benarkah Asli dari Indonesia? Berapa Lama Sebaiknya Marinasi Daging Kambing dan Sapi?