Iran Tuduh AS Melanggar Gencatan Senjata Usai Serang Pangkalan Rudalnya

Rabu, 27/05/2026 05:01 WIB

Teheran, Jurnas.com - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata pada Selasa (26/5), setelah serangan semalam yang diluncurkan AS dengan menargetkan pangkalan rudal dan kapal peletak ranjau milik Iran.

Insiden ini dinilai mengancam berbagai upaya diplomatik dalam mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.

Menyusul pengumuman gelombang bom baru oleh Komando Sentral AS (CENTCOM), harga minyak mentah patokan Brent langsung melonjak hampir tiga persen. Di sisi lain, China mendesak kedua belah pihak untuk menghormati gencatan senjata dan menyelesaikan perselisihan mereka secara damai.

Menurut lembaga pemantau keselamatan maritim UKMTO, sebuah ledakan telah merusak bagian lambung sebuah kapal tanker di perairan lepas pantai Oman, meskipun kru dan kapal tersebut dilaporkan selamat setelah apa yang digambarkan sebagai "ledakan eksternal."

Media resmi pemerintah Iran melaporkan adanya rangkaian ledakan semalam di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pasukannya berhasil menembak jatuh sebuah drone AS yang memasuki wilayah udaranya dan sempat menembaki jet tempur F-35.

"Tentara teroris AS, yang terus melanjutkan tindakan ilegal dan tidak berdasar sejak gencatan senjata... dalam 48 hari terakhir telah melakukan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan," sebut Kementerian Luar Negeri Iran.

Pihak kementerian menambahkan tanpa rincian lebih lanjut bahwa Teheran "tidak akan membiarkan kejahatan apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran."

Dalam sebuah pernyataan yang menandai dimulainya hari raya Idul Adha, Pemimpin Tertinggi Teheran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Washington mulai kehilangan pengaruhnya di Timur Tengah.

Ia juga memperingatkan negara-negara di kawasan tersebut untuk berhenti menyediakan pangkalan militer yang dapat digunakan AS untuk meluncurkan serangan.

Amerika Serikat, sebut Khamenei dalam pernyataan tertulisnya, "selain tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan ini untuk melakukan agresi dan membangun pangkalan militer, posisi mereka juga semakin hari semakin menjauh dari kedudukan mereka yang dulu."

Sementara itu, juru bicara Komando Sentral AS, Tim Hawkins, menyatakan: "Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran."

TERKINI
Tips Masak Daging Kurban agar Tidak Keras saat Dimakan Selain Sate, Ini 5 Menu dari Daging Kurban yang Bisa Anda Coba Mengenal 5 Tradisi Unik Merayakan Idul Adha di Indonesia Mojtaba Khamenei: Timteng Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan AS