Rabu, 27/05/2026 02:01 WIB
Teheran, Jurnas.com - Otoritas Iran memulihkan sebagian konektivitas internet pada Selasa (26/5) setelah pemutusan jaringan selama hampir tiga bulan yang diberlakukan di tengah berkecamuknya perang melawan Israel dan Amerika Serikat, menurut sebuah lembaga pemantau, pejabat senior, serta sumber-sumber di dalam negeri tersebut.
Pemutusan jaringan ini sempat membuat warga Iran sebagian besar terisolasi dari jaringan internasional, dan hanya menyisakan intranet domestik yang berfungsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti belanja, layanan transportasi online, dan pendidikan.
"Metrik langsung menunjukkan adanya pemulihan parsial pada konektivitas internet di Iran pada hari ke-88" pemutusan jaringan, kata lembaga pemantau Netblocks melalui platform X. Lembaga tersebut menambahkan bahwa masih "belum jelas" apakah ini menandai berakhirnya secara permanen "pemutusan internet nasional terlama dalam sejarah modern."
Wakil Presiden Mohammad Reza Aref menyatakan dalam unggahannya di X bahwa "langkah pertama menuju akses ruang siber yang bebas dan teregulasi telah diambil," seraya menambahkan bahwa tuntutan warga Iran "akan dipenuhi."
Iran Ancam Balas Lebih Keras dan Lewati Batas Kawasan Jika Diserang Lagi
Jepang Terima Kapal Tanker Pertama dari Selat Hormuz Sejak Perang Iran
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz dalam 30 Hari
Kantor berita resmi pemerintah IRNA dan kantor berita Fars melaporkan bahwa "konektivitas internet internasional penuh telah dipulihkan" bagi pengguna layanan pita lebar (broadband) kabel, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh lembaga pemantau internet NetBlocks.
Sejumlah saksi di dalam Iran juga menyampaikan kepada AFP bahwa internet seluler masih terputus, namun internet rumah yang menggunakan Wi-Fi telah pulih, meskipun penggunaan VPN masih tetap diperlukan untuk mengakses beberapa media sosial.
"Beberapa menit lalu saya sudah bisa membuka situs web internasional menggunakan penyedia internet rumah saya," kata seorang perempuan berusia 22 tahun dari kota Kermanshah di wilayah barat, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.
Seorang pengguna di Teheran mengatakan bahwa layanan internet untuk perusahaannya di Teheran telah pulih, namun "koneksi seluler tetap sama" tanpa ada akses sama sekali. Sementara itu, warga lainnya melaporkan bahwa akses internet secara umum masih sangat tidak stabil.
Sumber: Arabnews