Selasa, 26/05/2026 19:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Eva Monalisa, menilai pendidikan kewirausahaan tidak akan efektif jika hanya berhenti pada teori di ruang kelas tanpa dukungan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga perluasan pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Eva dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5).
Menurut Eva, penguatan kewirausahaan harus diikuti kebijakan konkret yang dapat langsung dirasakan pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di tengah persaingan ekonomi regional.
Panja DPR Tuntaskan RUU PA, Pemerintah Diminta Percepat Harmonisasi
Legislator NasDem Soroti Kejanggalan Vonis Seumur Hidup Muhammad Berlian
Legislator Minta Pemerintah Bongkar Mafia Pupuk Subsidi hingga ke Akar
“Pendidikan kewirausahaan tidak boleh berhenti di teori. Harus terintegrasi dengan akses pembiayaan, inkubasi bisnis, dan konektivitas pasar agar benar-benar melahirkan wirausahawan yang siap bersaing,” kata Eva.
Ia mengatakan Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan kementerian terkait sektor UMKM, perindustrian, ekonomi kreatif, dan pariwisata mendukung penuh penguatan pendidikan kewirausahaan di Indonesia.
Namun demikian, Eva menilai tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini bukan hanya keterbatasan modal, melainkan juga lemahnya akses pasar serta minimnya pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu hadir lebih aktif dalam membangun ekosistem usaha yang menyeluruh, mulai dari pelatihan, pembiayaan, hingga pemasaran produk.
Menurut Eva, Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara di kawasan, termasuk Vietnam, dalam pengembangan UMKM yang mampu tumbuh menjadi usaha berdaya saing tinggi.
“Sering kali pelaku usaha sudah memiliki produk dan modal, tetapi tidak tahu harus menjual ke mana atau bagaimana mengembangkan usahanya. Di sinilah pentingnya pendampingan pemerintah yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program UMKM naik kelas tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan satu aspek semata.
Pelaku usaha, kata dia, membutuhkan dukungan menyeluruh agar mampu membangun usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar nasional maupun global.