AS Serang Kapal dan Situs Peluncuran Rudal Iran

Selasa, 26/05/2026 12:58 WIB

Teheran, Jurnas.com - Militer Amerika Serikat meluncurkan serangkaian serangan di wilayah Iran selatan pada Senin (25/5) kemarin dengan menyasar target-target taktis termasuk kapal penyebar ranjau dan situs peluncuran rudal.

Aksi militer yang diklaim sebagai tindakan defensif ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi damai antara perwakilan tinggi Teheran dan Perdana Menteri Qatar di Doha guna membahas draf kesepakatan pengakhiran perang tiga bulan.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (26/5), eskalasi tetap membara setelah Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi gempuran baru tersebut beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyebut komunikasi bilateral berjalan baik di media sosial Truth Social.

Melalui rilis resminya, pihak militer AS menegaskan komitmen pengamanan pasukan di tengah situasi yang dinilai masih sangat rawan di kawasan perairan strategis tersebut.

“Komando Sentral AS terus membela pasukan kami sambil menggunakan pengendalian diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” ujar juru bicara Komando Sentral AS, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins.

Pada hari yang sama, otoritas Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone siluman musuh menggunakan sistem pertahanan udara baru di wilayah Teluk Arab.

Sementara itu, ketegangan kawasan kian rumit setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya akan mengintensifkan serangan udara terhadap infrastruktur milisi Hezbollah di Lembah Bekaa, Lebanon.

Terkait draf perjanjian damai, surat kabar Jepang Nikkei melaporkan bahwa AS dan Iran tengah mengkaji rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari pasca-kesepakatan.

Teheran selanjutnya akan melakukan pembersihan ranjau laut agar kapal dagang internasional dapat kembali melintas dengan aman dan memulihkan stabilitas harga komoditas global.

TERKINI
Ada Peristiwa Besar Apa Saja di Hari Arafah? Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan WNA hingga Tewas di Jaksel Perjuangkan Isu Pelayanan Publik, Politisi Demokrat Raih Penghargaan Mengintip 7 Tradisi Menyambut Idul Adha di Berbagai Negara