Senin, 25/05/2026 11:40 WIB
London, Jurnas.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama klub setelah 10 tahun penuh prestasi.
Meski menutup laga terakhir dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada Minggu (24/5) malam, Pep pergi dengan keyakinan besar bahwa masa depan The Citizens tetap cerah.
Selama satu dekade menangani Manchester City, pelatih asal Spanyol itu menghadirkan era keemasan bagi klub.
Ia mempersembahkan total 20 trofi dan mengubah City menjadi salah satu kekuatan dominan sepak bola Inggris maupun Eropa.
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dimulai 12 Juni, Final Digelar 20 Juli
Bruno Fernandes Resmi Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris
Jadwal Pertandingan Liga Inggris Pekan 38, Tottenham Terancam Degradasi
Pada musim terakhirnya, Manchester City masih mampu menutup kompetisi dengan catatan positif setelah meraih gelar Piala FA dan Piala Liga Inggris serta finis di posisi kedua klasemen Liga Inggris.
Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih City, Pep menegaskan keyakinannya bahwa klub memiliki fondasi kuat untuk tetap bersaing di level tertinggi meski dirinya tak lagi berada di pinggir lapangan.
"Saya yakin karena mereka keras kepala dan tahu persis apa yang ingin mereka lakukan," kata Pep dikutip dari laman resmi klub pada Senin (25/5).
"Mereka tahu betul bahwa persaingan di sini dan di Eropa sangat berat," tambahnya.
Pep menegaskan setiap trofi yang diraih Manchester City tidak pernah datang dengan mudah.
Menurutnya, persaingan di Inggris semakin ketat dengan banyak tim kuat yang terus berkembang.
"Setiap trofi yang kami menangkan tidak pernah kami anggap hal biasa. Kami memenangkan final melawan Arsenal dan final lainnya melawan Chelsea. Saya tidak pernah mengatakan tidak ada tim bagus di sini," ujat Pep.
Ia juga menyinggung kualitas lawan terakhirnya, Aston Villa, yang dinilai sebagai tim kuat dan layak diperhitungkan.
"Kami menghadapi tim seperti Aston Villa yang menjuarai Liga Europa dan merupakan tim yang sangat bagus," ucapnya.
Pep juga menitipkan pesan khusus kepada para pendukung Manchester City agar menikmati perjalanan tim, bukan hanya berfokus pada hasil akhir.
"Yang ingin saya sampaikan kepada para suporter adalah nikmati setiap prosesnya," katanya.
"Jangan menunggu memenangkan Liga Champions untuk merasa bahagia. Nikmati setiap proses yang ada," dia menambahkan.
Selain itu, pria berusia 55 tahun tersebut juga menyampaikan pesan untuk sosok yang akan menggantikannya nanti.
"Ketika klub memberi tahu siapa pengganti saya, saya akan menghubunginya. Saya akan mengatakan hal yang sama seperti yang saya katakan kemarin: jadilah diri sendiri. Klub ini akan mendukung Anda tanpa syarat. Itu adalah pujian terbesar," ucap Pep.
Pep juga memuji struktur manajemen Manchester City yang menurutnya selalu memberi dukungan penuh kepada setiap pelatih.
"Jadilah diri sendiri, Anda akan dilindungi di masa-masa sulit, lebih baik dibanding klub mana pun. Percayalah pada ide Anda, bekerja keras, dan terus maju," ujarnya.
Kepergian Pep Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City.
Namun bagi Pep, cerita besar klub tersebut diyakini masih akan terus berlanjut.