Jum'at, 22/05/2026 19:18 WIB
JAKARTA, Jurnas.com – Komisi V DPR RI mendukung berbagai langkah penguatan dan pengembangan pelayanan navigasi penerbangan nasional untuk memastikan keselamatan penerbangan di seluruh wilayah udara Indonesia tetap terjaga secara optimal.
Demikian disampaikan Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI, Ridwan Bae saat melakukan kunjungan spesifik ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).
“Kami mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan teknologi, penguatan SDM, serta modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional agar keselamatan penerbangan Indonesia semakin kuat dan terpercaya,” kata Ridwan Bae.
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty yang sebelumnya turut memberikan perhatian terhadap isu gangguan sinyal GPS pesawat atau Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI), juga menyampaikan apresiasinya setelah melihat langsung kesiapan operasional AirNav Indonesia.
Ini Doa dan Keutamaan Mabit di Muzdalifah yang Wajib Diketahui Jemaah Haji
Bolehkah Makan Daging Kurban Sendiri? Segini Takarannya
KBIHU Dilarang Kavling Tenda Armuzna, Izin Dicabut jika Bandel
“Setelah melihat langsung sistem operasional, mitigasi gangguan navigasi, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan SDM yang dimiliki AirNav Indonesia, kami menjadi lebih yakin bahwa pelayanan navigasi penerbangan nasional telah dipersiapkan dengan baik. Ini memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” ujar Saadiah.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno memaparkan kondisi terkini pelayanan navigasi penerbangan nasional, kesiapan sistem mitigasi gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI), hingga penguatan operasional melalui Indonesia Network Management Center (INMC) dan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).
Avirianto menjelaskan bahwa AirNav Indonesia bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS), penguatan sistem cadangan navigasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia operasional.
Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan bahwa modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi New JATSC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, efisiensi, dan ketahanan pelayanan lalu lintas udara Indonesia yang terus berkembang.
Terkait gangguan GNSS RFI yang sempat terjadi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia memastikan operasional penerbangan tetap dapat berlangsung aman melalui optimalisasi sistem navigasi cadangan berbasis terrestrial seperti Instrument Landing System (ILS), Distance Measuring Equipment (DME), dan VHF Omnidirectional Range (VOR), serta dukungan radar vector oleh petugas ATC.
Keyword : Airnav Indonesia Ridwan Bae Navigasi penerbangan