Politisi Yahudi Pelopor Hak LGBT Mati akibat Gagal Jantung

Rabu, 20/05/2026 21:49 WIB

Washington, Jurnas.com - Anggota Kongres Amerika Serikat asal Partai Demokrat, Barney Frank, mati pada usia 86 tahun pada Rabu (20/5). Kematian politisi Yahudi pelopor hak-hak LGBT itu disampaikan Jim Segel, mantan manajer kampanye sekaligus sahabat dekat Frank.

Setelah mewakili wilayah pinggiran Boston di Kongres selama 32 tahun, Frank dan suaminya pindah ke Ogunquit, Maine. Dia mulai masuk dalam perawatan hospis di sana pada April lalu akibat gagal jantung kongestif.

Frank meninggalkan suaminya, Jim Ready, serta saudara-saudaranya, yakni pakar strategi kawakan Demokrat Ann Lewis, Doris Breay, dan saudara laki-lakinya David Frank.

Dikutip dari Associated Press, Frank dikenal dengan gaya bicaranya yang agresif, serta fokusnya pada kelompok LGBT. Dia mewakili sayap kiri partai sembari tetap menjaga hubungan dekat dengan para pemimpin Demokrat yang terkadang membuat frustrasi kelompok progresif.

Setelah puluhan tahun bergelut dengan orientasi seksualnya, dia secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay pada 1987, menjadikannya anggota Kongres pertama yang melakukan hal tersebut secara sukarela.

Namun, dalam sebuah wawancara pada April lalu saat mulai memasuki perawatan hospis, Frank mengatakan bahwa dia berharap dirinya akan dikenang karena mengadvokasi gaya politik yang merangkul cita-cita progresif tanpa memaksakannya kepada para pemilih secara prematur.

Pendekatan inilah yang dia khawatirkan tengah ditolak saat Demokrat bersiap menghadapi persaingan primer yang sengit, seiring harapan mereka untuk merebut kembali Gedung Putih pada 2028 dan melewati era Trump.

“Hambatan utama kita untuk mengalahkan populisme dan melangkah lebih jauh ke arah yang benar adalah bahwa arus utama Demokrat harus memperjelas bahwa kita menentang bagian dari agenda teman-teman kita di sayap kiri yang tidak dapat diterima secara politik. Mereka benar tentang banyak hal, tetapi Anda harus memiliki kebijaksanaan,” kata Frank.

“Anda tidak boleh mengambil bagian paling tidak populer dari agenda Anda dan menjadikannya sebagai tolok ukur. Dan itulah yang telah dilakukan oleh teman-teman saya di sayap kiri,” dia menambahkan.

TERKINI
Berbagai Tradisi Unik Sambut Iduladha di Banten Ini Cara Bayar Dam Ketika Sakit saat Melaksanakan Haji 5 Provinsi dengan Populasi Babi Terbanyak di Indonesia Mengenal Berbagai Jenis Babi yang Ada di Dunia