Senin, 18/05/2026 21:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah diimbau mengembangkan dan memperkuat biobank riset guna menjawab tantangan pnyakit masa depan. Hal ini disampaikan Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ria Kodariah dalam pengukuhan Guru Besar Tetap Ilmu Biomedik FK UI pada Senin (18/5).
Prof. Ria, dalam orasi ilmiahnya, menekankan pentingnya penguatan riset patobiologi sebagai fondasi pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti, presisi, dan berkelanjutan.
Patobiologi memiliki peran strategis dalam menjembatani ilmu dasar dan praktik klinik melalui pemahaman mekanisme molekuler penyakit.
Salah satu fokus penelitian Prof. Ria adalah kanker ovarium, yang hingga saat ini masih menjadi salah satu keganasan ginekologis dengan tingkat kematian tinggi, baik secara global maupun di Indonesia.
Menteri PPPA: Kasus Pelecehan Seksual di UI Rendahkan Martabat Perempuan!
Mendiktisaintek Beri Pernyataan Tegas Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI
Pengumuman Talent Scouting UI Kacau, DPR Minta Rektor Usut Tuntas
Penelitiannya menunjukkan bahwa derajat keganasan kanker ovarium tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan molekuler pada sel tumor, tetapi juga oleh interaksi kompleks dalam lingkungan mikro tumor, termasuk faktor imunologis.
Dia juga menyoroti pentingnya pengembangan biobank riset sebagai infrastruktur ilmiah strategis untuk mendukung riset biomedis di Indonesia. Biobank memungkinkan pengelolaan spesimen biologis secara terstandar dan terintegrasi dengan data klinis maupun molekuler, sehingga dapat memperkuat validitas, integritas, serta keberlanjutan penelitian.
Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menegaskan pentingnya penyimpanan dan pengelolaan spesimen klinik, materi biologis, serta data jangka panjang melalui biobank dan/atau biorepositori.
Menurut Prof. Ria, keberadaan biobank tidak hanya mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempercepat implementasi precision medicine dan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
"Pengembangan biobank riset merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem riset kesehatan nasional yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masa depan," ujar dia.
Prof. Ria menempuh pendidikan Sarjana Biologi, Magister Biomedik, dan Doktor di Universitas Indonesia. Sepanjang karier akademiknya, Prof. Ria aktif mengembangkan riset di bidang patobiologi, biomolekuler, dan pengembangan biobank riset. Saat ini, dia aktif sebagai akademisi dan peneliti di FKUI serta terlibat dalam pengembangan ekosistem riset biomedis melalui IMERI FKUI.