Kemendikdasmen Mulai Pelatihan Bahasa Inggris, Sasar 90 Ribu Guru SD

Sabtu, 09/05/2026 11:16 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), yang menyasar hingga 90.447 guru di seluruh Indonesia secara bertahap.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan rangkaian dari rencana pemerintah untuk menerapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028 mendatang.

"Ini jawaban atas ranking kemahiran berbahasa Inggris anak didik kita dibandingkan negara lain, bahkan di Asean, kurang menggembirakan. Kami merespons kekurangan tersebut dengan mewajibkan bahasa Inggris di tingkat SD," kata Wamen Atip dalam peluncuran resmi di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (8/5).

Karena itu, Wamen Atip meminta supaya para guru yang mendapatkan manfaat dari program ini untuk terus meningkatkan kemahiran berbahasa Inggrisnya tidak hanya berhenti di mata pelajaran, melainkan alat berkomunikasi dengan murid.

"Para guru kami minta mereka dalam mengajarkan bahasa inggris ini menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar," ujar Wamen Atip.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pelatihan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan tingkat kecakapan berbahasa Inggris di Indonesia cukup rendah menurut data 2024 lalu.

Hal ini dibuktikan dengan 60 persen dari total 150.447 sekolah dasar belum memiliki guru bahasa Inggris. Dengan demikian, mulai tahun ini jumlah guru bahasa Inggris di jenjang SD akan ditambah secara bertahap.

"Saat ini kita sedang menyiapkan setiap guru di satuan pendidikan SD, khususnya guru kelas 3, mampu mengajar bahasa Inggris, agar pada 2029 mampu untuk mengajar bahasa Inggris. Saat ini kita sudah melatih secara bertahap hingga 2029 semua sekolah sudah menerima," kata Dirjen Nunuk.

Dengan target 90.447 guru pada 2029, PKGSD-MBI mulai menyasar 10.000 guru pada 2026, dilanjutkan masing-masing 30.000 guru pada 2027 dan 2028, dam 20.447 guru pada 2029.

"Tapi kita belum menetapkan level (skor) tertentu untuk guru yang mendapatkan pelatihan, meskipun kita berharap untuk SD bisa ada di level B2. Tapi, pada akhirnya karena yang kita siapkan ini guru kelas, bukan berlatar bahasa inggris, jadi belum sampai mewajibkan mereka sampai ke level B2," ujar dia.

TERKINI
Carrick Ingin Bruno Fernandes Tetap Bertahan di Manchester United Carrick Buka Suara soal Isu Penggantinya di Manchester United Trump Ancam Tingkatkan Aksi Militer Jika Negosiasi dengan Iran Gagal Lagi Ferran Torres: El Clasico Kali Ini Paling Spesial untuk Barcelona