Jum'at, 08/05/2026 23:25 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi memperluas layanan digital di aplikasi Tawakkalna, yang kini memungkinkan para penerima manfaat Inisiatif Rute Makkah untuk mengakses dan menampilkan izin haji mereka secara elektronik sebelum berangkat dari negara asal.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Riyadh untuk merampingkan perjalanan ibadah haji melalui platform digital terintegrasi, yang didukung oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA).
SDAIA mengembangkan ekosistem digital yang menghubungkan berbagai entitas pemerintah yang berpartisipasi dalam kerangka teknis terpadu untuk mempercepat prosedur verifikasi data pribadi dan biometrik.
Dengan aplikasi ini, jemaah haji dapat menikmati pengalaman yang lebih efisien sejak keberangkatan hingga tiba di akomodasi mereka di Makkah.
Inisiatif Rute Makkah, yang diluncurkan di bawah Kementerian Dalam Negeri, memungkinkan jemaah dari negara-negara tertentu untuk menyelesaikan berbagai prosedur imigrasi, bea cukai, dan kesehatan di bandara negara asal mereka sebelum terbang ke Arab Saudi.
"Tawakkalna kini menawarkan lebih dari 1.300 layanan melalui kemitraan dengan lebih dari 350 entitas sektor publik dan swasta, mencerminkan dorongan transformasi digital yang cepat di Kerajaan di bawah Visi 2030," demikian laporan Saudi Press Agency dikutip dari Arab News pada Jumat (8/5).
Aplikasi ini berkembang menjadi salah satu platform digital unggulan Arab Saudi dengan lebih dari 35 juta pengguna dan lebih dari 1 juta pengguna aktif harian.
Pejabat Saudi memposisikan Tawakkalna sebagai gerbang digital tunggal bagi warga negara, penduduk, dan pengunjung yang mengintegrasikan layanan pemerintah serta dokumen perjalanan dalam satu platform yang dapat diakses di seluruh dunia.
Tersedia dalam berbagai bahasa, Tawakkalna terus dipromosikan sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik untuk meningkatkan kualitas hidup dan memfasilitasi pengalaman pengunjung internasional, khususnya bagi para jemaah haji dan umrah.