Israel Sengaja Batasi Bantuan agar Rakyat Gaza Kelaparan

Kamis, 07/05/2026 18:20 WIB

Tel Aviv, Jurnas.com - Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) menyebut Israel sengaja membatasi makanan dan bantuan di Gaza, sehingga menciptakan krisis malanutrisi buatan yang berdampak sangat merusak bagi bayi serta ibu hamil dan menyusui.

Laporan tersebut didasarkan pada analisis situasi antara akhir 2024 hingga awal 2026 di empat fasilitas kesehatan yang didukung MSF di Jalur Gaza, yang menunjukkan tingginya tingkat kelahiran prematur dan kematian bayi.

Analisis MSF mengungkapkan bahwa lebih dari separuh wanita yang mereka tangani terkena dampak malanutrisi selama masa kehamilan, dengan seperempat di antaranya masih dalam kondisi kekurangan gizi saat melahirkan. Dampaknya sangat nyata bagi kesehatan bayi yang dilahirkan.

“Kematian neonatal dua kali lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang terkena malanutrisi dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu tanpa malanutrisi,” demikian pernyataan resmi MSF, dikutip dari AFP pada Kamis (7/5).

Data menunjukkan bahwa 90 persen bayi dari ibu yang malanutrisi lahir prematur dan 84 persen memiliki berat badan lahir rendah. Sebelum konflik pecah pada Oktober 2023, MSF mencatat bahwa kasus malanutrisi di Gaza hampir tidak ada.

Laporan ini juga menyoroti kegagalan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah organisasi swasta yang didukung AS dan Israel untuk menggantikan peran PBB dalam distribusi bantuan.

MSF mencatat bahwa di bawah kendali GHF, titik distribusi pangan di Gaza merosot tajam dari sekitar 400 titik menjadi hanya empat titik pada akhir Mei 2025. Penurunan drastis ini memperparah kelaparan dan memicu kekerasan di lokasi pembagian bantuan.

“Titik-titik distribusi makanan tersebut termiliterisasi dan mematikan,” kata Jose Mas selaku kepala unit darurat MSF.

Selama periode beroperasinya GHF, fasilitas medis MSF melihat lonjakan pasien yang mencari perawatan akibat kekerasan di lokasi distribusi pangan serta peningkatan kasus keguguran yang terkait dengan perampasan akses makanan.

Meskipun gencatan senjata telah berlangsung sejak Oktober lalu, MSF memperingatkan bahwa situasi kesehatan di Gaza tetap sangat rapuh. “Krisis malanutrisi ini sepenuhnya buatan,” ujar perwakilan medis darurat MSF, Merce Rocaspana.

MSF sekaligus mendesak otoritas Israel untuk segera mengizinkan masuknya bantuan dan pasokan kebutuhan pokok tanpa hambatan, guna mencegah dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Gaza.

TERKINI
Pemda Diminta Cermat Perhitungkan Daya Tampung SPMB 2026 Sahroni Ingatkan Warga Tuntaskan Konflik Lewat Jalur Hukum Parlemen Kampus 2026 Hidupkan Partisipasi Mahasiswa Dunia Krisis Migas, Pendiri AirAsia Malah Siap Luncurkan Maskapai Baru