Senin, 04/05/2026 14:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Otoritas kesehatan di Gaza pada Minggu (4/5) mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 72.610 jiwa sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023. Selain itu, jumlah korban luka dilaporkan telah mencapai 172.448 orang.
Pihak berwenang merinci bahwa sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu, tercatat sebanyak 830 warga Palestina tewas dan 2.345 lainnya terluka.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terkendala. Banyak jenazah diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan dan belum berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Diketahui sebelumnya bahwa Israel dilaporkan melakukan genosida secara sistematis dengan merampas hak masyarakat di Gaza atas air yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup, demikian peringatan organisasi Dokter Lintas Batas (MSF) pada hari Selasa.
AS Bakal Tutup Misinya di Jalur Gaza
Bersihkan Puing Rumah, Warga Palestina Tewas Diserang Drone Israel
Palestina Sulit Bangun Hunian di Tepi Barat, Israel Dapat Ribuan Izin
Penghancuran besar-besaran terhadap infrastruktur air sipil di Gaza yang disertai dengan penghambatan akses merupakan "bagian tak terpisahkan dari genosida Israel," kata lembaga bantuan medis tersebut.
Meskipun gencatan senjata bulan Oktober telah meredakan sebagian besar perang Gaza yang dimulai setelah serangan Hamas ke Israel tahun 2023, wilayah tersebut tetap dicekam oleh kekerasan harian karena serangan Israel terus berlanjut, sementara militer Israel dan Hamas saling menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata.
Keyword : Korban GazaWarga PalestinaHamas Israel