Jum'at, 01/05/2026 23:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari kesebelas operasional. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan proses pemberangkatan jemaah dari Indonesia, kedatangan di Madinah, hingga pergerakan menuju Makkah berjalan lancar dan terkendali.
Kemenhaj mencatat, hingga Kamis (30/4/2026), sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jemaah dan 689 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, jemaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang yang tergabung dalam 149 kloter. Adapun jemaah yang mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah tercatat sebanyak 4.871 jemaah dari 12 kloter.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan seluruh layanan operasional haji hingga kini berjalan baik dengan pengawasan penuh dari petugas di lapangan.
Saudi Raup Rp55 Triliun di Awal Musim Haji
Ini Sejarah Haji dalam Islam, Muslim Wajib Tahu
Legislator PDIP: Tindak Haji Ilegal, Masyarakat Jangan Tergiur
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria, Jumat (1/5/2026).
Di Makkah, sebanyak 1.551 jemaah dari empat kloter telah tiba untuk menjalani umrah wajib dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dari sisi kesehatan, tercatat sebanyak 4.246 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan 42 orang masih menjalani perawatan di RSAS.
Sementara jumlah jemaah wafat hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 5 orang. Kemenhaj juga kembali mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi aturan penyelenggaraan ibadah haji.
Maria menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas non-prosedural yang dapat membahayakan keselamatan jemaah.
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah dapat memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional apabila ditemukan pelanggaran serius oleh KBIHU. Kemenhaj juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai praktik haji ilegal maupun tawaran keberangkatan non-resmi.
“Saat ini Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan bersama lintas instansi untuk mencegah penyalahgunaan visa dan praktik penipuan yang merugikan masyarakat,” kata Maria.
Seiring dimulainya pergerakan jemaah ke Makkah, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk tidak membawa barang berlebihan karena dapat menghambat mobilitas dan distribusi bagasi.
Selain itu, jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram diminta berangkat lebih awal menggunakan Bus Shalawat guna menghindari kepadatan.
“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” ujar Maria.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.
Jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri (APD) sederhana seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.
Pemerintah memastikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan jemaah terus berjalan optimal dengan perhatian khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.