Kamis, 30/04/2026 06:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi korban maupun keluarga korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi baru-baru ini.
Hal ini disampaikan oleh Mensos Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul saat ditemui usia kegiatan di Kantor Kemenko PM, Jakarta, pada Rabu (29/4).
"Kita akan berikan bantuan," kata Gus Ipul.
Namun untuk saat ini, kata Gus Ipul, pihaknya akan melakukan asesmen sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kepada para keluarga korban.
Cak Imin-Gus Ipul Bicara Sekolah Rakyat, Ditargetkan Capai 400 Ribu Siswa
Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Akhir Juni
Jasa Raharja Pastikan Korban Kecelakaan Kereta Api Dapat Asuransi
"Untuk korban kecelakaan tentu kami akan mencoba mengasesmen keluarga-keluarga korban, misalnya ada keluarga-keluarga korban yang mungkin memerlukan pendampingan, dukungan-dukungan, pemberdayaan dan lain sebagainya," katanya.
Meski begitu, Mensos menjelaskan bahwa kompensasi utama bagi para korban kecelakaan kereta secara umum berada dalam tanggunan asuransi Jasa Raharja.
"Tapi untuk yang lain, misalnya untuk ahli waris itu kan biasanya dengan Jasa Raharja, ada asuransinya," kata Gus Ipul.
"Tetapi untuk keluarga itu insyaallah kita akan berikan dukungan sesuai hasil asesmen nanti," ujar dia menambahkan.
Diketahui bahwa korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam, bertambah menjadi 16 orang.
"Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29/4).
Anne menyampaikan dari 91 orang yang mengalami luka-luka, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.