Mali Bergejolak, Rusia Desak Pemulihan Stabilitas

Selasa, 28/04/2026 18:40 WIB

Moskow, Jurnas.com - Pemerintah Rusia mendesak pemulihan perdamaian dan stabilitas di Mali. Hal ini disampaikan pasca serangan mendadak oleh kelompok jihadis dan separatis berhasil menewaskan Menteri Pertahanan Mali, serta merebut kota strategis yang sebelumnya dijaga oleh pasukan Rusia.

Unit paramiliter Africa Corps milik Rusia terpaksa mundur dari kota Kidal di bagian utara Mali. Penarikan mundur ini terjadi setelah serangan pemberontak yang terkoordinasi menghantam posisi-posisi strategis yang dipegang oleh junta militer dukungan Moskow.

“Kami menganggap penting agar negara tersebut segera kembali ke jalur yang damai dan stabil sesegera mungkin,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari AFP pada Selasa (28/4).

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Georgy Borizenko, mengonfirmasi melalui media pemerintah bahwa unit Africa Corps telah menderita kerugian personel akibat serangan di berbagai wilayah di negara tersebut.

Namun, Peskov menolak menjawab pertanyaan mengenai apakah unit paramiliter tersebut akan mampu mengendalikan kembali situasi di lapangan.

Di sisi lain, keberadaan pemimpin militer Mali, Jenderal Assimi Goita, kini menjadi tanda tanya. Goita, yang memimpin kudeta pada 2020, belum terlihat atau berbicara di depan umum sejak pertempuran pecah pada akhir pekan lalu.

Saat ditanya mengenai nasib atau lokasi Goita, Peskov menjawab singkat, "Anda harus mencari informasi tersebut di Mali, bukan di Kremlin."

Para analis menilai bahwa serangan terbaru ini merupakan tantangan paling serius bagi Mali sejak ofensif Maret 2012. Pada saat itu, pemberontakan berhasil dipukul mundur oleh pasukan Prancis, namun saat ini pasukan dari mantan penjajah tersebut telah meninggalkan negara di wilayah Sahel.

Krisis ini menempatkan junta militer dalam posisi sulit, mengingat kota Kidal merupakan simbol penting yang berhasil direbut kembali oleh junta dengan bantuan Rusia sebelum akhirnya jatuh kembali ke tangan pemberontak pada pekan ini.

TERKINI
Mengapa Hari Menjahit Sedunia Diperingati Setiap 13 Juni? Hari Kesadaran Albinisme Sedunia Setiap 13 Juni, Ini Sejarahnya 13 Juni 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini Menlu Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Tinggal Selangkah Lagi