Selasa, 28/04/2026 18:30 WIB
Beirut, Jurnas.com - Militer Israel secara terang-terangan melanggar kesepakatan gencatan senjata, usai mengeluarkan peringatan evakuasi massal sejumlah desa dan kota di Lebanon Selatan pada Selasa (28/4).
Warga diminta untuk segera mengungsi ke arah utara menuju Distrik Sidon, seiring dengan sinyal akan adanya serangan besar yang segera dilancarkan.
Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa tindakan ini diperlukan menyusul adanya pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh kelompok milisi Hezbollah.
"IDF tidak berniat menyakiti Anda, dan demi keselamatan Anda, Anda diharuskan segera mengevakuasi rumah dan menjauh dari area yang ditentukan," tulis juru bicara militer berbahasa Arab, Avichay Adraee, melalui platform X.
Rusia Enggan Sikapi Pembicaraan Gencatan Senjata Ukraina di AS
Masih Bercokol di Selatan, Israel Langgar Kesepakatan dengan Lebanon
Iran Hentikan Sementara Serang Sekutu AS di Timur Tengah
"Siapapun yang berada di dekat elemen Hezbollah, fasilitas, atau sarana tempur mereka berarti membahayakan nyawanya," dia menambahkan.
Dikutip dari Reuters, keputusan ini diambil setelah militer Israel memperluas jangkauan serangannya di Lebanon pada Senin lalu.
Otoritas setempat melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat rangkaian serangan tersebut, meskipun status gencatan senjata secara teknis masih berlaku.
Israel dilaporkan telah menggempur lebih dari 20 situs infrastruktur Hezbollah di Lembah Bekaa dan wilayah selatan Lebanon. Target serangan tersebut mencakup fasilitas penyimpanan senjata serta lokasi peluncuran roket.