Selasa, 28/04/2026 18:10 WIB
Washington, Jurnas.com - Raja Inggris Charles III akan menyampaikan pidato penting di hadapan Kongres Amerika Serikat pada Selasa (28/4) malam. Pidato ini dilakukan di tengah keretakan hubungan kedua negara akibat perbedaan pandangan terkait perang di Iran.
Kunjungan kenegaraan selama empat hari bersama Ratu Camilla ini bertujuan memperkuat hubungan spesial yang telah terjalin selama 250 tahun.
Meski hubungan diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sedang memanas, sang Raja diperkirakan akan menghindari polemik politik langsung dan lebih menekankan pada nilai-nilai bersama seperti demokrasi, perdamaian, dan kebebasan beragama.
"Berulang kali, kedua negara kita selalu menemukan cara untuk bersatu," demikian kutipan pidato Raja Charles menurut sumber istana, dikutip dari Reuters.
Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz
AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih
Trump Persilakan Iran Menelepon jika Ingin Berunding
Kunjungan yang telah direncanakan jauh-jauh hari ini berlangsung dalam bayang-bayang ketegangan militer. Presiden Trump berulang kali mengkritik Inggris karena menolak mendukung ofensif AS-Israel terhadap Iran.
Selain itu, muncul kekhawatiran diplomatik setelah bocoran surel internal Pentagon yang mengisyaratkan bahwa Washington mungkin akan meninjau kembali dukungannya terhadap klaim Inggris atas Kepulauan Falkland.
Pidato yang dijadwalkan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT) ini merupakan pidato kedua yang disampaikan oleh penguasa Inggris di hadapan Kongres AS, mengikuti jejak Ratu Elizabeth II pada tahun 1991.
Dalam pidato berdurasi sekitar 20 menit tersebut, Raja Charles akan menyoroti pentingnya aliansi bagi keamanan global, namun juga memberikan peringatan halus agar Amerika Serikat tidak bertindak sendirian. Dia juga diperkirakan akan menyebutkan peran NATO dan dukungan terhadap Ukraina.
Hal ini menjadi sorotan penting mengingat pemerintahan Trump kerap mengkritik anggota NATO yang dianggap kurang berkontribusi dalam operasi militer AS terhadap Iran, serta menuntut negara-negara Eropa untuk memikul beban finansial lebih besar dalam mendukung Ukraina melawan Rusia.
Setelah menyelesaikan kunjungan di Amerika Serikat, Raja Charles dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju Bermuda. Pemerintah Inggris berharap pesona monarki ini dapat memperbaiki hubungan dengan Trump, yang dikenal sebagai pengagum keluarga kerajaan Inggris.