Kamis, 23/04/2026 01:01 WIB
London, Jurnas.com - Masa depan Michael Carrick bersama Manchester United masih belum menemui kejelasan.
Manajemen klub dilaporkan baru akan mengambil keputusan terkait status sang pelatih setelah musim kompetisi berakhir.
Carrick yang ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Ruben Amorim pada Januari lalu, sukses membawa perubahan signifikan.
Di bawah arahannya, Setan Merah berhasil naik ke posisi ketiga klasemen Premier League dan membuka peluang besar kembali tampil di Champions League musim 2026/27.
Kalah Lagi, Chelsea Rapat Darurat untuk Pemecatan Liam Rosenior
Manchester United Tegaskan Tak Akan Jual Bruno Fernandes
Arbeloa Bela Vinicius Junior Usai Dicemooh Suporter Real Madrid
Dari 12 pertandingan liga yang telah dijalani bersama Carrick, Manchester United mampu meraih delapan kemenangan.
Catatan tersebut membuatnya menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi pelatih secara permanen.
Namun, laporan dari The Guardian yang dikutip pada Kamis (23/4) menyebutkan bahwa klub belum mengambil keputusan final.
Direktur sepak bola Jason Wilcox disebut akan menunggu hingga akhir musim sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Kondisi ini turut dipengaruhi terbatasnya opsi pelatih yang tersedia. Salah satu kandidat yang sebelumnya diminati, Thomas Tuchel, telah memperpanjang kontraknya bersama tim nasional Inggris.
Sementara itu, beberapa nama lain masih masuk radar klub. Andoni Iraola yang akan meninggalkan AFC Bournemouth, serta Oliver Glasner yang akan berpisah dengan Crystal Palace, disebut-sebut sebagai opsi potensial.
Selain itu, Julian Nagelsmann juga masuk dalam daftar incaran. Adapun Unai Emery (Aston Villa) dan Marco Silva (Fulham) disebut sebagai kandidat luar.
Meski demikian, Carrick tetap terlibat dalam sejumlah diskusi internal klub, termasuk rencana menghadapi bursa transfer musim panas. Namun, hal tersebut belum menjadi jaminan ia akan dipertahankan.
Menanggapi situasi tersebut, Carrick menegaskan bahwa dirinya tetap fokus menjalani tugas dan menikmati perannya di klub.
“Saya senang berada di sini. Saya memahami situasinya, ini sedikit di luar kendali saya. Anda tentu ingin menjadi bagian dari momen-momen seperti ini, bagian dari sesuatu yang istimewa, membangun sebuah tim. Saya tidak memiliki batas waktu tertentu,” ujarnya dikutip dari Sportsmole.
Di sisi lain, Manchester United masih memiliki target besar di sisa musim. Mereka akan menghadapi Brentford sebelum melakoni laga-laga krusial melawan Liverpool, Sunderland, Nottingham Forest, dan Brighton & Hove Albion.
Hasil dari rangkaian pertandingan tersebut diyakini akan menjadi faktor penentu, baik bagi posisi Manchester United di klasemen maupun masa depan Carrick di Old Trafford.