Senin, 20/04/2026 12:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref memperingatkan bahwa keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dijamin jika ekspor minyak Iran masih dibatasi.
"Tidak seorang pun dapat membatasi ekspor minyak Iran sambil mengharapkan keamanan bebas bagi pihak lain," kata Aref melalui platform X.
"Keamanan Selat Hormuz tidaklah gratis," tambahnya.
Aref mengatakan dunia dihadapkan pada pilihan antara pasar minyak yang bebas untuk semua atau biaya besar bagi semua pihak.
Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas
Baru Dibuka, Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran
Ia juga menyatakan bahwa stabilitas harga bahan bakar global bergantung pada penghentian tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan sekutunya secara terjamin dan berkelanjutan.
Diketahui bahwa pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Israel serta negara-negara lain di kawasan yang menampung aset militer AS.
Operasi AS-Israel tersebut menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan.
Kedua pihak kini tengah bersiap untuk putaran kedua perundingan di Islamabad pada Selasa (21/4), setelah perundingan pada 11–12 April berakhir tanpa kesepakatan.
AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada 13 April.