Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat

Minggu, 19/04/2026 17:55 WIB

Seoul, Jurnas.com - Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah laut pada Minggu (19/4), yang memicu ketegangan regional.

Peluncuran ini dilakukan hanya beberapa hari setelah badan pengawas nuklir PBB (IAEA) memperingatkan adanya kemajuan dalam upaya Pyongyang meningkatkan kemampuan produksi senjata nuklirnya.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan dari kawasan Sinpo dan terbang sejauh 140 kilometer menuju perairan timur.

Sinpo dikenal sebagai kota pesisir yang menjadi lokasi galangan kapal utama Korea Utara untuk pembangunan kapal selam. Saat ini, militer Korea Selatan dan sekutu tengah menganalisis apakah peluncuran tersebut dilakukan dari kapal selam (SLBM) atau peluncur berbasis darat.

Dikutip dari AFP, jika terbukti menggunakan kapal selam, ini akan menjadi uji coba SLBM pertama Pyongyang dalam empat tahun terakhir.

Dalam rapat darurat Dewan Keamanan Nasional, pejabat tinggi Korea Selatan mengecam aksi tersebut dan mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan provokasi.

Peluncuran ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, bertolak untuk kunjungan kenegaraan ke India dan Vietnam.

Pihak Jepang dan Amerika Serikat juga melayangkan protes keras karena peluncuran rudal balistik ini dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengancam perdamaian internasional.

Aktivitas militer ini berlangsung di tengah dinamika diplomasi tingkat tinggi, di mana Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Mei mendatang.

Sejumlah pengamat menilai langkah Kim Jong Un ini merupakan upaya untuk meningkatkan posisi tawar dalam potensi dialog di masa depan. Kim baru-baru ini menyatakan keterbukaan untuk berdialog dengan Trump, namun menuntut agar Washington membatalkan prasyarat pelucutan senjata nuklir.

Kekhawatiran dunia internasional diperkuat oleh pernyataan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, yang mengonfirmasi adanya peningkatan pesat aktivitas di fasilitas nuklir Korea Utara.

"Aktivitas di Korea Utara menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuan produksi senjata nuklir mereka," ujar Grossi.

TERKINI
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen