Baru Dibuka, Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran

Minggu, 19/04/2026 00:46 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan telah menutup kembali Selat Hormuz, dan menyebut keputusan itu sebagai tanggapan terhadap blokade berkelanjutan terhadap pelabuhan-pelabuhannya oleh Amerika Serikat.

Militer Iran pada Sabtu mengatakan bahwa kendali atas jalur air strategis tersebut, yang dilalui oleh 20 persen minyak yang diperdagangkan secara global, telah "kembali ke keadaan semula.

Melansir Aljazeera, laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal perang Iran menembaki sebuah kapal dagang saat kapal tersebut mencoba menyeberang.

Penutupan selat itu terjadi beberapa jam setelah dibuka kembali, dengan lebih dari selusin kapal komersial melewati jalur air tersebut, setelah kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS tercapai antara Israel dan Lebanon.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip oleh media pemerintah Iran, bahwa blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan tindakan pembajakan dan pencurian maritim.

IRGC juga menambahkan bahwa kendali atas Selat Hormuz berada "di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata".

“Hingga AS memulihkan kebebasan navigasi penuh bagi kapal-kapal yang berlayar dari Iran ke tujuan mereka dan kembali, status Selat Hormuz akan tetap dikontrol ketat dan dalam kondisi sebelumnya,” demikian pernyataan tersebut.

Pada pukul 10:30 GMT Sabtu, setidaknya delapan kapal tanker minyak dan gas telah melintasi selat tersebut, tetapi setidaknya jumlah kapal yang sama tampaknya telah berbalik arah, setelah mulai meninggalkan Teluk, lapor kantor berita AFP.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya