Supertanker Kedua Terobos Blokade AS di Selat Hormuz

Kamis, 16/04/2026 13:06 WIB

Teheran, Jurnas.com - Sebuah kapal supertanker kedua yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan berhasil memasuki kawasan Teluk melalui Selat Hormuz. Aksi ini terjadi meski Washington tengah memberlakukan blokade ketat terhadap kapal-kapal yang mengunjungi pelabuhan Iran.

Langkah blokade tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 12 April, menyusul kegagalan negosiasi damai antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan.

Komando Pusat AS melalui unggahan di media sosial X menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 10 kapal yang dipaksa putar balik, dan mengklaim belum ada kapal yang berhasil menembus barikade sejak blokade dimulai pada 13 April.

Namun, laporan berbeda muncul dari kantor berita Iran, Fars News Agency. Pada Rabu (15/4), dikabarkan bahwa sebuah supertanker Iran yang dijatuhi sanksi telah menyeberangi selat menuju pelabuhan Imam Khomeini di Iran. Meski demikian, pihak Fars tidak merinci identitas maupun detail perjalanan kapal tersebut.

Dikutip dari Reuters pada Kamis (16/4), data dari LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama RHN memasuki Teluk pada 15 April dalam kondisi kosong.

Kapal yang mampu mengangkut dua juta barel minyak ini belum diketahui tujuan pastinya. Masuknya kapal RHN menyusul kapal VLCC Alicia, yang juga berada di bawah sanksi AS, yang terpantau melewati Selat Hormuz sehari sebelumnya dengan tujuan Irak.

Berdasarkan catatan Kpler, kedua tanker tersebut memiliki riwayat mengangkut minyak Iran dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, beberapa kapal justru gagal menembus penjagaan, termasuk tanker Rich Starry yang terpaksa kembali ke Teluk pada 15 April, hanya sehari setelah mencoba keluar dari kawasan tersebut.

Sebagai upaya menekan Teheran dalam negosiasi mendatang, AS telah memperingatkan akan menjatuhkan sanksi sekunder bagi para pembeli minyak Iran. Langkah ini diambil hanya beberapa minggu setelah Washington sempat melonggarkan penegakan sanksi energi terhadap negara tersebut.

Di tengah ketegangan ini, seorang sumber yang mendapat informasi dari pihak Teheran menyebutkan bahwa Iran tengah mempertimbangkan usulan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui wilayah perairan Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan. Tawaran ini diajukan sebagai bagian dari negosiasi dengan syarat tercapainya kesepakatan untuk mencegah konflik baru.

Para analis memperkirakan blokade AS akan memangkas ekspor minyak mentah Iran. Meski demikian, Iran dinilai masih mampu mempertahankan tingkat produksi saat ini sebesar 3,5 juta barel per hari (bpd) selama beberapa minggu dengan memanfaatkan tangki penyimpanan di darat.

Berdasarkan data Kpler, Iran mengekspor 1,84 juta bpd pada Maret dan sejauh ini telah mengirimkan 1,71 juta bpd pada April, angka yang masih berada di atas rata-rata tahun 2025 sebesar 1,68 juta bpd.

TERKINI
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Tulungagung Arif Rahman Diganjar Legislator Fokus Kesejahteraan Petani dan Nelayan Ketua Ombudsman Terima Rp1,5 Miliar dari Bos Tambang Nikel