Komisi XII: Kehadiran Tambang Beri Manfaat Bagi Masyarakat

Kamis, 16/04/2026 13:28 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komisi XII DPR RI menegaskan kehadiran industri ekstraktif tidak boleh sekadar mengeruk kekayaan alam, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi negara dan daerah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (15/4).

"Yang terpenting dalam operasi pertambangan adalah terpenuhi yang namanya ESG (Environmental, Social, and Governance) sehingga dengan demikian keberadaan perusahaan itu akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dalam sosial, memberikan lapangan pekerjaan, kemudian juga menimbulkan multiplier effect economy, lalu kepada Pemerintah Daerah memberikan tambahan PAD," kata Bambang.

Ia pun menyoroti pentingnya penyelesaian dinamika di lingkar tambang. Perusahaan tidak hanya dituntut setor pajak ke pusat, tapi juga harus mampu meredam gejolak sosial dengan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dewan telah meminta klarifikasi langsung kepada perusahaan terkait dinamika di lapangan.

Legislator Fraksi Partai Golkar itu menekankan bahwa keuntungan ekonomi dari eksploitasi mineral harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal. Kehadiran korporasi wajib mendongkrak denyut nadi perekonomian di tingkat akar rumput.

"Hal seperti ini kan kita exercise tadi, kita tanyakan pada masing-masing perusahaan dan kita berharap ke depan para perusahaan dapat meningkatkan kontribusinya kepada daerah maupun perekonomian daerah," tekannya.

Untuk memastikan seluruh operasi berjalan sesuai koridor hukum dan membawa manfaat maksimal, Komisi XII juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya dalam hal tata kelola perizinan dan regulasi agar dilakukan secara cermat.

"Jadi pada akhirnya kami serahkan kepada Kementerian ESDM di dalam melaksanakan ini dengan keberhati-hatiannya," pungkas Bambang, menutup harapannya agar pengelolaan sumber daya alam nasional dapat lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

TERKINI
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo Sri Lanka Tangkap Sembilan WN China, Diduga Selundurkan Alat Scam Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS