Kamis, 16/04/2026 01:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Kesehatan jantung seringkali dianggap hanya berkaitan dengan pola makan siang hari atau intensitas olahraga.
Melansir berbagai sumber, aktivitas atau kebiasaan yang dilakukan menjelang tidur justru memegang peranan krusial dalam menjaga ritme kardiovaskular manusia.
Tanpa disadari, beberapa rutinitas malam hari yang dianggap sepele dapat memberikan tekanan tambahan pada jantung.
Berikut ini rangkuman kebiasaan buruk di malam hari yang sebaiknya mulai dihindari demi menjaga kesehatan jantung:
Bumi Semakin Terang di Malam Hari, Tapi Sebagian Wilayah Justru Menggelap
Catat Ya! Ini Enam Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin C
6 Jenis Penyakit Kanker Tulang yang Paling Umum, Apa Saja?
1. Konsumsi Makanan Berat Menjelang Tidur
Menyantap makanan dalam porsi besar atau tinggi lemak sesaat sebelum tidur memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras di saat tubuh seharusnya beristirahat.
Hal ini dapat memicu peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, kebiasaan ini berkaitan erat dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, dua faktor risiko utama penyakit jantung koroner.
2. Paparan Cahaya Biru (Blue Light) yang Berlebih
Penggunaan gawai seperti ponsel pintar, tablet, atau laptop di tempat tidur bukan sekadar merusak kualitas mata.
Cahaya biru yang dipancarkan perangkat tersebut menghambat produksi hormon melatonin, yang bertugas mengatur siklus tidur.
Gangguan pada ritme sirkadian ini terbukti dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan mengganggu kestabilan tekanan darah di malam hari.
3. Waktu Tidur yang Tidak Teratur dan Kurang
Durasi tidur yang kurang dari enam jam secara konsisten dapat berdampak buruk pada kesehatan arteri. Saat kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti kortisol secara berlebihan.
Kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus akan memicu pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
4. Konsumsi Kafein dan Alkohol di Malam Hari
Meskipun alkohol sering dianggap sebagai alat bantu tidur karena efek kantuknya, zat ini sebenarnya merusak kualitas tidur dalam (deep sleep).
Sementara itu, kafein yang dikonsumsi terlalu larut akan menstimulasi sistem saraf pusat yang menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dari frekuensi normal saat istirahat.
5. Mengabaikan Gejala Sleep Apnea
Kebiasaan mendengkur keras yang disertai dengan henti napas sejenak saat tidur (sleep apnea) sering kali diabaikan.
Padahal, kondisi ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun drastis secara tiba-tiba, yang memberikan beban kerja yang sangat berat bagi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.