Temui Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Militer Indonesia-Prancis

Rabu, 15/04/2026 14:25 WIB

Paris, Jurnas.com - Pasca rampungnya pakta pertahanan dengan Amerika Serikat dan kesepakatan minyak dengan Rusia, Indonesia berupaya memperkuat kerja sama industri pertahanan dengan Prancis.

Kesepakatan ini tercapai usai pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Selasa (14/4) kemarin, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pemerintah Indonesia dalam keterangan resminya menyatakan bahwa kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor.

"Ini termasuk pengadaan peralatan pertahanan dan penguatan industri pertahanan," tulis pernyataan tersebut. Dikatakan, Prancis merupakan mitra strategis utama Indonesia di Eropa.

Selain isu militer, kedua kepala negara sepakat untuk berkolaborasi dalam transisi energi serta pengembangan energi baru dan terbarukan. Pertemuan di Paris ini dilakukan Prabowo segera setelah bertolak dari Moskow usai bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 13 April.

Dalam diskusinya bersama Putin, Prabowo fokus pada penguatan kemitraan strategis, terutama di sektor energi, sumber daya mineral, dan pengembangan industri nasional. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi hal tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah mengamankan kebutuhan domestik.

Langkah diplomatik maraton ini ditegaskan oleh Prabowo sebagai upaya krusial bagi ketahanan nasional, sebagaimana arahannya dalam sidang kabinet pada awal bulan ini.

"Saudara-saudara, demi mengamankan pasokan minyak, saya harus pergi ke mana saja," ujar Prabowo.

Meski tetap mempertahankan prinsip diplomasi bebas aktif, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo terus memperluas pengaruhnya dengan bergabung ke dalam blok ekonomi BRICS pada 2025.

Di saat yang sama, Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan dagang dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), meski dia menegaskan Indonesia tidak akan membayar biaya keanggotaan sebesar USD$1 miliar.

Sementara itu, Indonesia merupakan pembeli utama alutsista Prancis. Pada 2022, saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menandatangani kontrak senilai USD$8,1 miliar untuk pembelian 42 jet tempur Rafale guna memodernisasi kekuatan militer Indonesia.

Di sisi lain, hubungan dengan Washington juga semakin erat. Pada 13 April, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjamu Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan mengumumkan kerja sama kemitraan pertahanan utama. Kedua negara berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik, terutama mengingat posisi strategis Indonesia di Selat Malaka.

Saat ini, Jakarta juga sedang mempertimbangkan permintaan AS terkait izin lintasan udara (overflight clearance). Sejumlah analis menilai, jika permintaan ini dikabulkan, maka menjadi bentuk penyelarasan posisi Jakarta terhadap Washington di tengah persaingannya dengan Beijing.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten