Minggu, 12/04/2026 13:20 WIB
Tel Aviv, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melancarkan kritik tajam terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Minggu (12/4), terkait pernyataannya soal gencatan senjata AS-Iran.
Dikutip dari AFP, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus memerangi Teheran dan proksi-proksinya di seluruh kawasan, menyusul gagalnya perundingan perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Tak lama setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata awal pekan ini, Erdogan memperingatkan Presiden Donald Trump tentang adanya kemungkinan provokasi dan sabotase yang bisa merusak kesepakatan tersebut, tanpa merinci pihak mana yang berpotensi mengancam perjanjian itu. Netanyahu langsung merespons dengan menyerang pemimpin Turki itu.
"Israel, di bawah kepemimpinan saya, akan terus melawan rezim teror Iran dan proksi-proksinya, tidak seperti Erdogan yang mengakomodasi mereka dan membantai warga Kurdnya sendiri," tulis Netanyahu di platform X.
Media Israel Sebut Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza
Langgar Gencatan Senjata, Netanyahu: Kami Kuasai 60 Persen Gaza
Israel Hibahkan Iron Dome ke UEA untuk Hadapi Rudal Iran
Dalam percakapan teleponnya dengan Trump, Erdogan juga mendesak agar gencatan senjata tidak dikompromikan dalam keadaan apapun, sekaligus menyatakan Turki siap memberikan dukungan penuh untuk memastikan hal itu.
Turki, meski dikenal sebagai pengkritik keras Israel, ikut bergabung dalam upaya diplomatik bersama Mesir dan Pakistan untuk mencapai gencatan senjata dalam konflik tersebut.
Belakangan pada Sabtu (11/4) kemarin, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga ikut menyerang Erdogan melalui X, menyebutnya sebagai macan kertas.
"Erdogan yang tidak merespons serangan rudal Iran ke wilayah Turki dan telah terbukti hanya macan kertas, kini bersembunyi di balik antisemitisme dan menyerukan pengadilan sandiwara di Turki terhadap pemimpin politik dan militer Israel," tulis Katz.
"Betapa absurdnya. Seorang tokoh Ikhwanul Muslimin yang membantai warga Kurdi, menuduh Israel melakukan genosida. Israel akan terus membela dirinya dengan kekuatan dan tekad, dan ia sebaiknya memilih diam," ujar dia.