Selasa, 07/04/2026 14:40 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Serangan udara Iran yang menargetkan Arab Saudi menyebabkan kompleks petrokimia di Kota Jubail terbakar. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah industri serupa di Iran juga turut diserang.
"Sebuah serangan menyebabkan kebakaran di pabrik SABIC (Saudi Basic Industries Corporation) di Jubail. Suara ledakan sangat keras," kata seorang sumber kepada AFP pada Selasa (7/4).
Jubail di bagian timur Arab Saudi merupakan rumah bagi salah satu kota industri terbesar di dunia, tempat produksi baja, bensin, petrokimia, minyak pelumas, dan pupuk kimia.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan negaranya melakukan serangan dahsyat terhadap fasilitas petrokimia terbesar Iran di Asaluyeh, dan media Iran melaporkan beberapa ledakan di lokasi tersebut.
Trump Tuding Iran Belum Siap Rundingkan Kesepakatan Perdamaian
Trump Ancam Sanksi Negara yang Berbisnis dengan Iran
Penutupan Bab Al-Mandab Ancam Krisis Ekonomi dan Kelumpuhan Migas
Serangan terhadap kawasan industri itu terjadi ketika pasukan pertahanan udara Saudi melancarkan serangan yang menargetkan wilayah timur kerajaan, dengan tujuh rudal balistik dicegat dan dihancurkan, menurut juru bicara kementerian pertahanan.
"Sebagian puing rudal balistik jatuh di sekitar fasilitas pembangkit listrik; penilaian kerusakan sedang dilakukan," kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Dan pada Selasa pagi, pihak berwenang juga mengumumkan penutupan sementara jembatan utama yang menghubungkan Arab Saudi dan negara kepulauan Bahrain, sebagai tindakan pencegahan menyusul dikeluarkannya peringatan keamanan di daerah tersebut.
"Pergerakan kendaraan melintasi Jembatan Raja Fahd telah ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan," ujar Otoritas Umum untuk Jalan Raya Raja Fahd.
Diketahui, Saudi menuduh Iran secara rutin menargetkan instalasi dan infrastruktur energinya sejak Teheran melancarkan serangan kilat berkelanjutan di seluruh wilayah Teluk setelah Israel dan AS menyerang Iran pada akhir Februari.