Sabtu, 04/04/2026 12:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Iran menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam, menurut laporan kantor berita semiresmi Fars pada Jumat (3/4).
Proposal tersebut disampaikan kepada pihak Iran melalui negara "sahabat" pada Kamis (2/4), demikian dikutip Fars dari sumber yang mengetahui hal itu.
Sumber tersebut menyampaikan Washington telah meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mengamankan gencatan senjata, khususnya setelah serangan Iran menyasar "depot pasukan militer" AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.
Menurut Fars, penilaian mengindikasikan bahwa proposal tersebut diajukan menyusul meningkatnya krisis di kawasan itu dan "masalah serius" bagi pasukan AS yang disebabkan oleh "kesalahan perhitungan" AS mengenai kemampuan militer Iran.
Iran Ancam Sita Kapal Langgar Aturan Transit Selat Hormuz
Iran Ancam Anggap Negara Tetangga Sebagai Musuh Jika Ikut AS
Pengamat Menilai Iran Mampu Bertahan di Tengah Tekanan Global
Laporan itu menyampaikan bahwa respons Iran terhadap usulan AS tersebut tidak diberikan secara tertulis, tetapi melalui kelanjutan serangan di medan perang.
Pada 28 Februari, Israel dan AS memulai serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.