Jum'at, 03/04/2026 14:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Bulgaria Nadezhda Neynsky menyatakan bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Selat Hormuz, lapor kantor berita BTA, Kamis (2/4).
Pernyataan itu disampaikan saat konferensi video bersama yang dipandu oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, Kamis, menurut laporan tersebut.
Namun Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengatakan sebaliknya, bahwa Belanda siap memberikan kontribusi militer untuk memulihkan navigasi bebas di selat tersebut setelah penghentian permusuhan.
"Navigasi yang aman di Selat Hormuz sangat penting sehingga kami tidak akan tinggal diam sementara pihak lain menangani masalah ini. Kami siap memainkan peran kami," kata Berendsen seperti dikutip oleh surat kabar Algemeen Dagblad.
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!
AS Ajukan Proposal Perdamaian Lima Poin kepada Iran
Kapal Induk Terbesar Pulang ke AS usai 11 Bulan Operasi Militer
Diketahui, pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, sebagai bentuk pertahanan diri.
Peningkatan ketegangan di seputar wilayah Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.