Jum'at, 03/04/2026 14:09 WIB
London, Jurnas.com - Manajemen Liverpool kini tengah menghadapi situasi pelik di balik layar. Direktur Olahraga Richard Hughes dikabarkan menjadi target bidikan klub Arab Saudi, Al Hilal.
Meski kepergiannya pada musim panas ini akan menjadi kejutan besar, laporan dari The Times menyebutkan bahwa Hughes tidak menjamin komitmen jangka panjangnya di Anfield.
Situasi ini kian mengkhawatirkan karena kontrak Hughes, manajer Arne Slot, hingga CEO Football FSG, Michael Edwards, sama-sama akan memasuki tahun terakhir pada musim panas mendatang.
Jika ketiganya memutuskan hengkang, Liverpool terancam menghadapi kekosongan kekuasaan yang bisa melumpuhkan stabilitas klub.
Legislator NasDem Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke di Tanah Suci
Polemik Dam Haji Mengemuka, Jemaah Diminta Tak Bingung soal Perbedaan Fatwa
KJRI Jeddah Konfirmasi 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026
Pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG), beserta Richard Hughes, tengah dihujani kritik tajam terkait kebijakan pembangunan ulang skuad pada musim panas 2025.
Meski telah menggelontorkan dana fantastis sebesar £450 juta (sekitar Rp9 triliun), performa The Reds justru merosot tajam.
Saat ini, Liverpool tertahan di posisi kelima klasemen Premier League, sebuah fakta pahit yang meleset jauh dari ekspektasi awal musim.
Kegagalan strategi transfer ini dianggap sebagai lubang besar dalam kinerja Hughes dan Edwards sebelum mereka benar-benar menuntaskan misi perombakan tim.
Suporter Liverpool kini mulai dilanda kecemasan akan kembalinya era kegelapan sebelum kedatangan Jurgen Klopp pada 2015.
Tanpa figur karismatik seperti Klopp dan ketidakpastian masa depan Michael Edwards, klub raksasa Merseyside ini dikhawatirkan akan kehilangan arah dan kembali menjadi tim medioker.
Meski secara materi pemain Liverpool memiliki talenta yang luar biasa, potensi tersebut dinilai tidak akan keluar secara maksimal tanpa strategi manajemen yang jelas di belakang layar.
Saat ini, posisi Arne Slot sebagai pelatih pun mulai mendapat sorotan tajam menyusul rentetan hasil negatif di lapangan, termasuk kekalahan beruntun dari Manchester City musim ini.