China Desak AS dan Israel Setop Agresi Militer di Timur Tengah

Senin, 23/03/2026 20:50 WIB

Beijing, Jurnas.com - China mendesak Amerika Serikat (AS) dan Israel menghentikan agresi militer di Timur Tengah melawan Iran, yang berlangsung sejak awal Maret lalu.

Perwakilan Khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, dalam sebuah pernyataan memperingatkan adanya siklus `setan` dalam perang, yang jika berkepanjangan bakal merusak pertumbuhan global dan melemahkan permintaan ekspor China.

"Orang yang mengikat lonceng harus menjadi orang yang melepaskannya," kata Zhai dikutip dari Reuters pada Senin (23/3).

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian memperingatkan bahwa penggunaan kekerasan hanya akan menyebabkan siklus setan. Dia juga menilai bahwa perang seharusnya tidak dimulai.

"Jika permusuhan terus menyebar dan meningkat, seluruh wilayah akan terjerumus ke dalam kekacauan," ujar Lin Jian.

Jumat pekan lalu menandai peringatan ke-23 Perang Irak, ketika pasukan pimpinan AS menginvasi negara itu untuk menggulingkan Saddam Hussein, sebagian karena klaim bahwa pemerintahannya memiliki senjata pemusnah massal.

Meskipun rezim Saddam Hussein jatuh dengan cepat, Irak terperosok ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan selama bertahun-tahun, dalam perang yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 100.000 orang.

Perang ini juga menghabiskan biaya triliunan dolar bagi AS, dan menciptakan kekosongan kekuasaan yang menyebabkan munculnya kelompok teroris Negara Islam (ISIS).

"Perang 23 tahun kemudian di Iran telah menyebabkan kerugian besar bagi rakyat Iran, dan dampak serta penyebaran konflik juga telah memengaruhi seluruh wilayah," kata Kementerian Luar Negeri China.

TERKINI
Studi: Cuaca Panas Bikin Produksi dan Kualitas Susu Turun Drastis Neymar Kembali Berlatih, Timnas Brasil Dapat Suntikan Motivasi Terungkap Deretan Biang Kerok Terjadinya Pemadaman Listrik Bergilir KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim Dkk Selama 40 Hari