Jum'at, 13/03/2026 21:29 WIB
Kota Vatikan, Jurnas.com - Pemimpin Spiritual Katolik, Paus Leo XIV, menyerukan kepada seluruh umat Kristiani yang memulai perang melawan Iran, supaya segera bertaubat atau pengakuan dosa untuk mengikuti ajaran Yesus.
Kendati demikian, Paus Leo tidak menyebutkan nama pemimpin atau konflik tertentu, meskipun Timur Tengah kini sedang bergejolak akibat agresi gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.
"Apakah orang-orang Kristen yang memikul tanggung jawab besar dalam konflik bersenjata memiliki kerendahan hati dan keberanian untuk melakukan introspeksi diri yang serius dan pergi ke pengakuan dosa?" kata Paus dikutip dari Reuters pada Jumat (13/3).
Presiden AS, Donald Trump, inisiator serangan ke Iran merupakan penganut Kristen Presbiterian. Beberapa pejabatnya, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio beragama Katolik.
Trump Persilakan Iran Menelepon jika Ingin Berunding
Iran Ajukan Proposal Baru Pembukaan Selat Hormuz
AS Hadang Tanker Armada Bayangan Iran di Laut Arab
Menurut ajaran Kristiani, Yesus mengajarkan para pengikutnya untuk tidak melakukan kekerasan. Gereja Katolik juga pada umumnya menentang perang.
Selama berabad-abad, gereja mengevaluasi konflik menurut tradisi perang yang adil, yang menggunakan serangkaian kriteria untuk menilai apakah suatu konflik dapat dianggap dapat dibenarkan secara moral, seperti bertahan atas invasi yang tidak adil.
Dalam pernyataan terpisah, kardinal asal Washington DC, Robert McElroy, pada awal pekan ini menyatakan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran tidak sah secara moral, karena tidak memenuhi kriteria perang yang adil menurut gereja.