Kamis, 05/03/2026 14:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Imbas ketegangan di wilayah Timur Tengah membut Pemerintah mulai alihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS).
Impor minyak mentah dari AS ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kamis (5/4/2026).
Pengalihan sumber impor minyak tidak dapat dilakukan secara sekaligus. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan minyak mentah (storage) di dalam negeri.
Plt. Sesjen MPR: LKBB-PB Membentuk Karakter Generasi Muda
Media Maroko Kecam Laporan Polisi Spanyol Soal Krisis Migran di Ceuta
BMKG: Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Sebaran Meluas ke Enam Provinsi
Saat ini, Indonesia hanya memiliki cadangan minyak yang mampu bertahan sekitar 25 hingga 26 hari.
Kondisi tersebut dinilai masih jauh dari standar internasional yang umumnya memiliki cadangan energi hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan.
Karena itu, pemerintah berencana mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” kata Bahlil.(ant)